Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya
Angkat Isu Sepakbola sebagai Skripsi

Bintang Persebaya dan Madura United Ikut Diwisuda

01 Oktober 2019, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BERI DUKUNGAN: Misbakus Solikin  (lima dari kiri) didampingi keluarga dan Bonek foto bersama  Rektor Unitomo (lima dari kanan) usai diwisuda.

BERI DUKUNGAN: Misbakus Solikin (lima dari kiri) didampingi keluarga dan Bonek foto bersama Rektor Unitomo (lima dari kanan) usai diwisuda. (Suyadi/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA - Kampus kebangsaan dan kerakyatan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Sabtu(28/9), mewisuda 898 lulusan program D3, S1 dan S2. Masing-masing dari Fakultas Ilmu Administrasi 74 orang, Fakultas Pertanian 25 orang, Fakultas Keguruan  dan Ilmu Pendidikan 112 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 367orang, Fakultas Teknik 64 orang, Fakultas Sastra 20 orang, Fakultas Ilmu Komunikasi 86 orang, Fakultas Hukum 130 orang,dan Fakultas Ilmu Kesehatan 20 orang. Acara berlangsung di convention hall Grand City Surabaya dipimpin Rektor Dr. Bachrul Amiq, S.H., M.H.

Terpilih sebagai wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, Dwi Mardian dari program studi S1 Administrasi Publik yang meraih IPK3,82. Sedang untuk program S2, Wasiyatul Ummah dari program studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum dinyatakan lulus terbaik dengan IPK nyaris sempurna 3,98.

Ada yang menarik dalam acara wisuda Unitomo kali ini. Puluhan pendukung dari dua klub yang tengah berkompetisi dalam Liga 1 Sepakbola Indonesia, Persebaya dan Madura United FC, tampak hadir lengkap dengan atribut yang biasa mereka bawa ke stadion saat mendukung klub kesayangan mereka.

Kehadiran para Bonek, sebutan bagi pendukung Persebaya dan K-Conk Mania, sebutan bagi pendukung Madura United FC ini untuk mengawal dan memberi dukungan bagi Misbakus Solikin (gelandang Persebaya) dan Satria Tama Hardiyanto (Kiper Madura United dan Timnas U-23) yang ikut diwisuda. Keduanya berasal dari program studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi (FIA).

Misbakus dinyatakan lulus dengan IPK 3,19 setelah menyelesaikan skripsi berjudul Evaluasi Dampak Kebijakan Permendagri No. 22 Tahun 2011 Terhadap Prestasi Klub Sepakbola Persebaya. Skripsi yang dikerjakan di bawah bimbingan dosen pembimbing Drs. Budiyono ini berhasil meraih nilai A dalam ujian sidang skripsi yang berlangsung Jumat (23/8). 

Sedang Satria Tama lulus dengan IPK 3,30 setelah juga meraih nilai A dalam ujian sidang skripsi yang berlangsung di hari yang sama. Mirip dengan Misbakus, tema skripsi Satria juga bersangkut paut dengan isu persepakbolaan ditinjau dari perspektif ilmu Administrasi Publik. Ia menulis skripsi dengan judul Kontribusi Madura United FC Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah  (PAD) Kabupaten Pamekasan.

Diwawancara sesaat sebelum Yudisium, Rabu (25/9), Satria mengaku ingin memanfaatkan ilmu Administrasi Publik yang didapatnya di bangku kuliah untuk mengkaji persoalan di dunia sepakbola yang digelutinya. "PAD sebagai salah satu pilar otonomi daerah merupakan salah satu bidang kajian ilmu administrasi publik, dan sebagai pesepakbola yang belajar ilmu Administrasi Publik saya ingin mengkaji bagaimana kontribusi Madura Unted FC klub tempat saya bernaung saat ini terhadap PAD di Pamekasan sebagai kabupaten yang menjadi markas klub saya," ujar Satria sesaat sebelum mengikuti acara pengukuhan dirinya sebagai sarjana. (yad/opi) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia