Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

Badut Psikopat Inspirator Kriminal

28 September 2019, 22: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Badut Psikopat Inspirator Kriminal

(NET)

Share this      

SETELAH menghebohkan industri perfilman dunia pada pemutaran perdananya yang mengesankan, film Joker akhirnya merilis tanggal tayang di bioskop. Di Indonesia, film garapan Todd Phillips itu tayang di bioskop pada 2 Oktober 2019.

Tanggal rilis film Joker tersebut diumumkan oleh Warner Bros Picture Indonesia melalui cuitan di akun Twitter resminya, Kamis (19/9).

"#JokerMovie - di bioskop mulai 2 Oktober," tulis Warner Bros seperti dikutip dari akun Twitternya, Jumat (20/9).

Tanggal penayangan Joker di bioskop Indonesia lebih dulu dibandingkan dengan di Amerika Serikat, yakni 4 Oktober 2019.

Sebelumnya, Joker tayang perdana di di Venice Film Festival pada 31 Agustus silam. Penayangan perdana Joker tersebut menuai pujian dari para kritikus film, sineas, penikmat film, dan jurnalis yang turut menghadiri festival film bergengsi tersebut.

(NET)

Sebagai bintang utama, Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck atau Joker ini turut menerima pujian lantaran berhasil memerankan karakter sekuat Joker. Bahkan, beberapa ulasan menyebut aktor 44 tahun tersebut berhasil menghidupkan kembali karakter Joker secara lebih berani dan 'gelap'. Dalam laporan Deadline, film Joker mendapatkan tepuk tangan penonton selama delapan menit di Venice Film Festival.

Berlatar belakang kehidupan Kota Gotham pada tahun 1980-an dan memfokuskan kisah perjalanan Arthur Fleck (diperankan Joaquin Phoenix), yang merupakan stand-up comedian. Perjalanan karirnya sayangnya gagal total dan membuatnya menjadi stres dan depresi. Namun depresi yang dirasakannya membuat dia akhirnya berubah menjadi sesosok badut kriminal di Kota Gotham.

Film ini tak hanya memperlihatkan karakter Joker yang benar-benar kejam, namun juga menjadi sebuah film yang menceritakan kisahnya lebih luas lagi. Film ini akan lebih menunjukkan sisi manusiawi sosok Fleck. Apalagi akan dijelaskan lebih lanjut mengenai situasi yang menyebabkan Fleck memutuskan untuk menjadi badut psikopat di Kota Gotham tersebut.

Film Joker belakangan juga disebut-sebut dikhawatirkan bisa menginspirasi tindak kejahatan serta memicu aksi penembakan. Sang sutradara, Todd Phillips akhirnya angkat bicara soal hal ini.

(NET)

Untuk diketahui, kontroversi film Joker muncul setelah badan investigasi Amerika Serikat Federal Bureau Investigation (FBI) menemukan kelompok radikal bernama Incels di media sosial. Kelompok ini mengaku sangat mengidolakan sosok Joker, dan berencana melakukan penembakan di hari perdana pemutaran Joker pada 4 Oktober nanti (di Indonesia, film ini akan tayang pada 2 Oktober).

Temuan tersebut juga membuat publik teringat atas kejadian penembakan massal di sebuah bioskop bernama Aurora di Colorado yang sedang memutar film The Dark Knight Rises pada 2012 lalu. Dua hal ini lah yang kemudian membuat film Joker dianggap bisa memicu aksi kriminalitas di hari penayangannya nanti.

Dilansir dari Screen Rant, Phillips menuturkan bahwa tanpa memandang remeh kejadian penembakan di Aurora 7 tahun silam, pemikiran film Joker bakal menginspirasi penjahat dan aksi penembakan buatnya sangat menggelikan dan tidak masuk akal.

“Aksi penembakan tentu adalah hal yang sangat terkutuk. Tapi, kamu tidak bisa menyalahkan film atas kejadian itu. Hanya karena pernah terjadi kasus penembakan di bioskop, bukan berarti pelakunya melakukan itu karena terinspirasi dari film itu,” ujar Phillips.

Lebih lanjut, Phillips lalu membandingkan film besutannya itu dengan film-film action lain seperti John Wick yang juga sangat sarat dengan aksi kekerasan dan unsur balas dendam.

“Lihat saja John Wick. Film itu bercerita tentang seorang pria yang membunuh ratusan orang, dan semua penonton bertepuk tangan ketika melihatnya. Kenapa untuk Joker standarnya jadi berbeda? Aku benar-benar tidak paham,” kata Phillips. (berbagai sumber/opi)

(sb/opi/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia