Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pembangun PLTS Komunal di Masalembu Dimulai 2020

28 September 2019, 13: 42: 42 WIB | editor : Wijayanto

MINTA SOLUSI: Warga Masalembu saat mengadu ke DPRD Jatim.

MINTA SOLUSI: Warga Masalembu saat mengadu ke DPRD Jatim. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

KEMBANG JEPUN – Terkait masalah listrik di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura yang hanya menyala enam jam setiap hari membuat Asosiasi Masyarakat Masalembu Peduli Listrik kembali mengadu. Usai ke DPRD Jawa Timur (Jatim), asosiasi melakukan audisensi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim dan PLN.

Senior Manager Affairs PLN Unit Induk Distribusi Jatim A. Rasyid Naja menyatakan, PLN Jatim sepakat akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal dengan baterai (off grid) berkapasitas 300 kWp. “PLTS dibangun karena melihat besarnya potensi energi matahari yang ada di Kepulauan Masalembu,” ujar Rasyid.

PLN Jatim menargetkan bisa melistriki kawasan tersebut pada tahun 2020. Adanya komitmen PLN Unit Induk Distribusi Jatim untuk melistriki salah satu pulau di Madura tersebut membuat pihaknya berjalan selaras dengan target Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. “Target dari Pemprov Jatim sendiri adalah pada tahun 2021, seluruh penduduk Jatim dapat menikmati aliran listrik, baik di daratan maupun kepulauan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, selama ini masyarakat Kepulauan Masalembu hanya mendapat pasokan listrik mulai pukul 17.30 hingga 23.30. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, sehingga mengganggu aktivitas warga setempat.

Pasokan listrik pun didapat dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 500 kW yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, Koperlindo. Jumlah pelanggan yang dikelola PLTD yakni sejumlah 656 pelanggan dengan panjang Jaringan Tegangan Menengah 1.735 kms, dan Jaringan Tegangan Rendah 4.450 kms.

Ketua Asosiasi Masyarakat Masalembu Peduli Listrik Ahmad Juhari mengakui jika hanya 600 rumah dari 750 rumah yang teraliri listrik. “Pasokan listrik masih belum maksimal. Padahal listrik menjadi kebutuhan dasar semua masyarakat. Selain menghambat aktivitas masyarakat, para pelaku usaha, kesehatan, pendidikan, dan lainnya juga ikut terdampak,” ungkapnya.

Oleh karena itu, upaya PLN Jatim untuk melistriki wilayahnya membuat tanggapan positif dari masyarakat. “Kami akan siap membantu. Dari proses survei, sosialisasi, pengadaan lahan, perizinan, hingga ke tahap pembangunan PLTS,” pungkas Ahmad. (rul/nur)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia