Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Candy Cure Maid Cafe, Menikmati Jajanan Sambil Curhat

28 September 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PELAYAN HATI: Sejumlah pelayan yang mengenakan kostum ala french maid menemani dua orang pengunjungnya untuk menikmati makanan sambil curhat dan berma

PELAYAN HATI: Sejumlah pelayan yang mengenakan kostum ala french maid menemani dua orang pengunjungnya untuk menikmati makanan sambil curhat dan bermain beberapa permainan hingga foto bersama di Candy Cure Maid Cafe Ciputra World Surabaya, Jumat (27/9). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kafe menjadi tempat bersantai untuk menikmati waktu luang atau hanya sekadar mengobrol bersama teman. Begitu pula dengan Candy Cure Maid Café. Tapi, ada satu hal yang paling menjadi daya tarik dari kafe di Ciputra World Surabaya (CWS). Tentu saja adalah para pelayannya.

Pelayan kafe ini mengenakan kostum ala french maid, yang dilengkapi dengan stoking, petticoat, apron dan hiasan kepala. Para perempuan yang menjadi maid juga memainkan karakter atau cosplay anime tertentu. Sedangkan para tamu kafe dianggap sebagai mister dan master atau mistress-nya.

Salah satu maid, Naomi Hasegawa menuturkan, komunitas Maid Cafe memang identik dengan pelayanan untuk kafe ala Jepang. Mereka juga kerap kali berpenampilan bak cosplay. "Konsep Candy Cure Maid Cafe memang mengadaptasi maid cafe di Jepang. Kafe dimana pelayan-pelayannya pakai baju maid. Berbeda dengan cowok, namanya butler cafe," terangnya, Jumat (27/9). 

Menurutnya, kemiripan Candy Cure Maid Cafe di Surabaya sudah mencapai 90 persen dengan yang di Jepang. Mulai dari adanya mantra-mantra juga yang ada di Jepang, ada juga karakter maid yang berbeda-beda hingga foto bersama dan jingle. "Mantra ini untuk seru-seruan. Misalnya saat makanan datang, sebelum dimakan akan diberi mantra dulu bersama-sama, mantranya oishi kunare, candy candy cure. Tujuannya supaya lebih ceria dan semangat," jelasnya. 

Namun demikian, Naomi mengungkapkan bahwa terdapat salah satu servis yang menjadi favorit master atau customer. Yaitu adalah friendly talk. "Biasanya mereka curhatnya. Bisa apa saja, misal stres dengan masalah di rumah, di kantor, rata-rata tentang kesibukannya. Kalau cinta jarang. Ngomongin hobi yang sama, anime manga, cosplayer, game," ungkapnya. Naomi sendiri menyebutkan bahwa dirinya pribadi memang suka mendengarkan cerita orang.

Di sisi lain, Naomi mengakui, tidak menutup kemungkinan adanya perilaku kurang sopan dari master. Menurutnya, hal yang sudah dianggap tidak sopan adalah kalau sudah bertanya-tanya tentang privasi. Namun demikian, pihaknya tidak segan untuk memberi peringatan dengan teguran. "Paling parahnya ya nanti bisa dikeluarkan dari kafe," jelasnya.  (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia