Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Berbekal Rayuan dan Semangkuk Bakso, Guru Silat 4 Kali Cabuli Muridnya

27 September 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

MALU: Tersangka M Aldiansyah, diamankan di Mapolrestabes Surabaya karena melakukan pencabulan.

MALU: Tersangka M Aldiansyah, diamankan di Mapolrestabes Surabaya karena melakukan pencabulan. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Seorang guru silat ditangkap polisi setelah dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Tindakan tak terpuji itu dilakukan pelaku sebanyak empat kali. Tersangka adalah M Aldiansyah, 24, warga Jalan Rejosari, Benowo, Surabaya.

Pelaku diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Tersangka mencabuli korban A,14, di sebuah tempat kos harian di wilayah Balongsari dan Klakah Rejo. 

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, perkenalan keduanya bermula ketika tersangka melihat story Whatsapp (WA) salah satu murid silatnya. Ia menyalin nomor ponsel tersebut dan berkenalan lewat WA. 

Ternyata, nomor tersebut milik korban A. Mereka pun kenalan bahkan akhirnya semakin dekat dan sepakat untuk kopi darat. "Tersangka menjemput korban di depan gang rumahnya dan mengajak keluar. Saat itu, bersamaan dengan hari ulang tahun korban," kata AKP Ruth Yeni, Jumat (27/9).

Pertemuan pertama ini ternyata dimanfaatkan tersangka dengan mengajak korban ke sebuah penginapan. Dalam penginapan tersebut, tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan layaknya suami istri.

Setelah dipaksa, korban akhirnya dicabuli tersangka di kamar kos harian dengan tarif Rp 60 ribu tersebut. "Tersangka bahkan melakukannya sampai dua kali saat itu," terang Ruth.

Usai memerawani korban, tersangka mengajak makan bakso dan membelikan korban sebuah boneka sebagai hadiah. Setelah itu korban diantar pulang.

Rupanya hubungan pertama membuat tersangka ketagihan. Tersangka kembali janjian kencan dan menjemput korban. Kali ini, tersangka kembali mencabuli korban di sebuah kamar kos harian di daerah Klakah Rejo, Benowo.

"Saat itu tersangka mencabulinya juga sebanyak dua kali. Jadi total empat kali pencabulan dilakukan dalam dua kali pertemuan," ungkapnya.

Aksi bejat tersangka akhirnya terbongkar saat korban ketakutan setelah salah satu temannya mendapatkan foto korban saat berada di salah satu kamar kos. Korban yang ketakutan lantas mengakui jika ia sudah dicabuli oleh tersangka.

Kejadian ini pun sampai ke telinga orangtua korban yang melaporkannya ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya karena tidak terima dengan perbuatan tersangka yang merusak masa depan anaknya.

"Kami sempat kesulitan mencari tersangka karena korban tidak tahu alamatnya. Hingga akhirnya kami ketahui dan kami tangkap tersangka di rumahnya," tuturnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia