Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Jadi Pembicara Perubahan Iklim di PBB bareng Erdogan

27 September 2019, 11: 00: 28 WIB | editor : Wijayanto

GO GLOBAL: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi pembicara di UN Climate Action Summit yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

GO GLOBAL: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi pembicara di UN Climate Action Summit yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. (ISTIMEWA)

Share this      

NEW YORK - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi pembicara dalam United Nation (UN) Climate Action Summit di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat. Dalam forum yang dihadiri sejumlah kepala negara itu, Wali Kota Risma menjadi pembicara bersama Presiden Kenya Uhuru Muigai Kenyatta dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Risma satu-satunya kepala daerah yang diundang sebagai pembicara. Perempuan yang juga Presiden UCLG ASPAC itu memaparkan tentang berbagai upaya Pemkot Surabaya dalam menjaga iklim di Surabaya. Salah satunya dengan sustainable transportation. Menurut Risma, transportasi adalah bagian dari pusat kesejahteraan rakyat. Namun, transportasi juga menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca sebesar 28 persen.
 
"Makanya, kami mencoba beralih dari transportasi perkotaan yang berpolusi ke angkutan umum dengan meluncurkan Suroboyo Bus," katanya. Para penumpang membayar ongkos bus menggunakan botol plastik. Hal itu dinilai mampu mengurangi sampah botol plastik di Surabaya.

Risma juga membangun Park and Ride untuk memudahkan masyarakat berganti kendaraan. Misalnya, dari sepeda motor ke bus, warga dapat menitipkan kendaraannya. Pejalan kaki pun disediakan jalur pedestrian yang  bersih dan aman. "Suroboyo Bus bisa mengangkut sepeda. Uji emisi reguler juga dilakukan dengan hasil hampir 90 persen kendaraan lulus uji emisi," paparnya.

Untuk menjaga keseimbangan kota, berbagai bidang pun dilakukan pemkot. Salah satunya dengan terus menanam pohon, pembangunan taman, pelestarian hutan mangrove, pembuatan waduk dan menggelar car free day (CFD) setiap Ahad pagi. "Jumlah taman di kota kami mencapai 475 taman umum, luas mangrove 2.871 hektare, dan total 72 waduk," imbuhnya.

Wali Kota Risma tak lupa memaparkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle). Dia memastikan Pemkot Surabaya sudah menerapkan konsep itu mulai dari rumah tangga. Limbah-limbah tersebut diolah lagi menggunakan teknologi agar menjadi energi. "Kami juga dapat menghasilkan listrik di lokasi pembuangan akhir kami. Saat ini sudah mulai menggunakan sel surya serta kincir angin hibrida untuk energi alternatif," katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia