Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Antisipasi Kenaikan Harga, Bulog Gelontor 250 Ribu Ton Beras ke Pasar

26 September 2019, 18: 11: 48 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI: Petugas dari Bulog Jatim Dewi Yulia (kiri) melayani para pembeli dalam operasi pasar di Pasar Wonokromo.

ANTISIPASI: Petugas dari Bulog Jatim Dewi Yulia (kiri) melayani para pembeli dalam operasi pasar di Pasar Wonokromo. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Mengantisipasi melambungnya harga beras akibat pasokan berkurang karena musim kemarau berkepanjangan, Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur (Divre Jatim) menggelar operasi pasar (OP) untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH). Sebanyak 250 ribu ton beras medium digelontorkan untuk OP kali ini.

“Ada 42 titik pasar di selur uh Jatim yang dijadikan tempat pelaksanaan OP beras. Untuk Surabaya OP digelar di 10 pasar, yaitu pasar Kapasan, Gayungsari, Dukuh Kupang, Pabean, Bratang, Tambakrejo, Wonokromo, Keputran, Pucang dan Pasar Genteng. Selain itu, OP juga dilaksanakan di dua pasar di Sidoarjo, yaitu pasar Porong dan Sukodono. Dan di Gresik dilaksanakan di pasar Dukuh,” jelas Kepala Bulog Divre Jatim Mohammad Hasyim.

Hasyim mengatakan, dari 250 ribu ton itu, sebanyak 49 ribu ton sudah disalurkan. Stok beras di gudang Bulog Jatim masih banyak, yakni 590 ribu ton. “Kami tidak membatasi, berapapun kebutuhan pasar akan kita layani. OP ini akan kita lakukan hingga akhir tahun nanti. Ini untuk mengantisipasi sebelum terjadi kenaikan harga,” katanya.

Lebih lanjut Hasyim menambahkan, Bulog bekerja sama dengan para distributor dan pedagang-pedagang beras. Mereka bisa membeli produk Bulog ini dengan harga yang jauh lebih murah. Yakni untuk distributor dan pedagang Rp 8.100 per kilogramnya. Sedangkan user Rp 8.500 per kilogram.

“Ini juga dilakukan untuk mengantisipasi momen-momen penting di akhir tahun, yakni perayaan Natal dan tahun baru. Untuk OP ini pihaknya juga bekerja sama dengan Disperindag dan tim satgas pangan Polda Jatim,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim Tri Bagus Sasmito menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan pasar murah di seluruh daerah di Jatim.

Yakni dalam rangka menyambut hari jadi Jatim, pihaknya akan menggelar OP selama satu bulan penuh mulai pertengahan Oktober hingga November. “Kami akan menggandeng Bulog untuk berkeliling maupun ke lokasi-lokasi tertentu,” katanya.

Bagus menjelaskan, sejauh ini komoditas bahan pokok, harganya masih relatif stabil. Dari pantauan di 119 pasar di Jatim, harga sembako terutama beras, minyak goreng, terigu dan gula masih belum ada kenaikan. “Kami sangat mengapresiasi langkah Bulog Jatim melakukan OP ini. Ini langkah antisipatif yang memang harus dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu Satgas Pangan Polda Jatim Kompol Ernesto mengatakan, pangan adalah komoditas yang sangat penting dan berhubungan dengan keamanan. Jika pangan berkurang akan berdampak pada keamanan.

“Jadi stok pangan harus ada dengan harga stabil. Dan selama dua tahun saya mendampingi Satgas Pangan, Jatim mendapat peringkat satu nasional,” ungkapnya. (mus/nur)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia