Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Nyerah Bersuamikan Pria Pemalas, Pilih Dipacari Bujang Rajin

26 September 2019, 17: 03: 24 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Berbahagialah para pengangguran yang nantinya bakal dapat sangu Rp 500 ribu per bulan. Tapi, mentang-mentang dapat tunjangan ya jangan malah males, Rek. Bojomu katene tok pakani opo ngandelno duwet pemerintah nyel?

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Jangan juga mencontoh Donwori, 36, ini. Yang sudah berani-beraninya ngambil anaknya orang untuk dijadikan istri, namun kerja masih setengah hati. Kalau lagi semangat ya kerja, kalau lagi mager ya tidur saja. “Gak sadar opo bojone butuh mangan. Cek isone klumbrak-klumbruk,” ujar Karin kesal, saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Kata Karin, Donwori ini kurang greget bekerja. Istilahnya, kalau dapat pekerjaan, dikerjakannya sekenanya saja. Yang penting gugur kewajiban. Tapi, kerjaannya berantakan. Gak ada inisiatif untuk belajar jadi yang terbaik. Walhasil, bolak-balik ia kena PHK kantor. Bahkan langganan diberhentikan sedari training. “Dodolan roti keliling sing gak butuh mikir ae ampek dimandeki ambek bose. Saking apane koyo ngunu iku,"  lanjut Karin kesal.

Yang terakhir ini, karena kesulitan mendapatkan pekerjaan, Donwori kerja seadanya. Ia pun menjajal menjadi ojek online. Namun sikap malasnya juga tetap nggandoli. Kalaulah Donwori rajin, gaji seharinya bisa ngalah-ngalahi PNS. Yang dulu katanya bisa sampai jutaan. Namun karena Donwori tidak ngoyo, sehari Rp 200  ribu saja untung-untungan.

“Soale sering di-off-ne aplikasine. Lek kesel yo gak kerjo. Awan turu, awak gaenak titik. Yo gak kerjo. Pokoke ono alasane gawe klumbrak-klumbruk,” keluh Karin.

Karena kemalasan Donwori inilah, Karin harus super irit. Dulunya sih ia hanya sebagai ibu rumah tangga nyel. Namun lama kelamaan, ia gemas sendiri menunggu kucuran dana dari suaminya. Walhasil, ia inisiatif untuk kerja juga. Eh, ndilalah di tempat kerja Karin digebet dengan bujang rajin yang janji mau menikahinya. Asalkan Karin mau cerai. Ya fiks, Karin memilih melepaskan suami yang dari awal gitu-gitu saja.

“Soalnya aku tahu sendiri, di tempat kerjaku dia (selingkuhan Karin,Red) seperti apa. Rajinnya luar biasa. Gak neko-neko. Ya siapa yang gak mau dinikahi sama dia. Daripada sama suami yang hanya klumbrak -klumbruk tok,” pungkas Karin, enteng. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia