Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Polrestabes Ungkap Narkoba Jaringan Lapas, Amankan 40 Ribu Pil Ekstasi

26 September 2019, 16: 55: 22 WIB | editor : Wijayanto

DIRINGKUS: Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran narkoba yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (25/9).

DIRINGKUS: Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran narkoba yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (25/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Meski mendekam di lembaga pemasyarakatan (lapas), narapidana ternyata masih bisa mengendalikan bisnis narkoba. Satresnarkoba Polrestabes Surabaya kembali menangkap pengedar sekaligus pengguna narkoba jaringan lapas. Narkoba jaringan lapas dalam jumlah besar itu diedarkan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, anggotanya berhasil menangkap lima tersangka, yakni HT, 33; IZ, 21; MB, 22; SP, 29; dan SM, 28. Semuanya warga Kota Surabaya. Mereka ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan atas penangkapan pada 28 Agustus lalu.

Barang buktinya yang disita saat itu cuma satu butir pil ekstasi dan 0,93 gram SS. "Dari barang bukti yang kecil itu, kami bisa mengembangkan penelusuran dan berhasil mengungkap 20 butir pil ekstasi dan 42,5 gram SS pada 11 September," kata Kombes Pol Sandi Nugroho di Surabaya, Rabu (25/9).

Setelah itu, pihak kepolisian melakukan penelusuran hingga keesokan harinya (12/9) kembali menemukan tiga paket sabu 2,23 gram serta 4.000 butir pil koplo. Pada 16 September, polisi menemukan 1.306 butir pil ekstasi, 2 kilogram ganja, 47,75 kilogram SS, 940 butir Happy Five.

Sandi menjelaskan, pengungkapan bermula dari penangkapan HT di kawasan Jalan Basuki Rahmat Surabaya. Polisi mengamankan 91 butir ekstasi yang dibawa HT. Tersangka HT mengaku mendapatkan ekstasi tersebut secara acak dan akan diedarkan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

"Dia mendapat perintah dari tersangka AR yang merupakan penghuni Lapas Madiun," paparnya.

Dari HT, petugas langsung mengembangkan pengungkapan jaringan narkoba. Nah, ditemukan pengedar IZ dan MB. Saat ditangkap, polisi mendapat tiga poket sabu seberat 2,23 gram dan 40 ribu pil LL. Keduanya ditangkap di sebuah tempat kos di Surabaya.

Setelah menangkap IZ dan MB di indekos Jalan Kedung Asem, Surabaya, diketahui lagi satu orang bernama SP. Informasi didapat dari IZ. Tersangka IZ mengaku ada transaksi narkotika dan psikotropika dari AR yang berada di Lapas Madiun. Transaksi itu dilakukan di Lapas Pamekasan dan Sidoarjo.

"Dari pengakuan itu, didapati pengedar berinisial SM dengan barang bukti. Semuanya didapat di rumah orang tua SM di Sidoarjo," terang Sandi. Pengakuan SM, barang haram tersebut didapat secara ranjau dari AD dan HR yang saat ini menghuni Lapas Pamekasan, Madura. (gin/rek)

DIRINGKUS: Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran narkoba yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (25/9).

DIRINGKUS: Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran narkoba yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (25/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia