Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Pemerintah Dukung Peningkatan Ekonomi Digital untuk Kesejahteraan

25 September 2019, 16: 33: 49 WIB | editor : Wijayanto

SINERGI: Dari kiri, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, CEO and Co-founder Grab Anthony Tan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Co-founder Grab Hooi Ling Tan saat peluncuran program Grab For Good di The Westin Jakarta, Selasa (24/9).

SINERGI: Dari kiri, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi, CEO and Co-founder Grab Anthony Tan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Co-founder Grab Hooi Ling Tan saat peluncuran program Grab For Good di The Westin Jakarta, Selasa (24/9). (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SURABAYA)

Share this      

JAKARTA - Penetrasi internet untuk pemanfaatan ekonomi digital semakin kuat. Apalagi pemerintah Indonesia melalui pembangunan infrastuktur fiber optik Palapa Ring memastikan 514 kabupaten dan kota bisa terhubung ke jaringan telekomunikasi dan internet di tahun 2019 ini. 

Sehingga di tahun 2020, semua masyarakat dari Sabang sampai Merauke bisa lebih memanfaatkan kemudahan akses internet untuk peningkatan pelayanan pada fasilitas umum di sekolah, kantor desa, kesehatan termasuk untuk aktivitas ekonomi berbasis digital.

Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, ekonomi digital telah mengubah Asia Tenggara dan tentunya Indonesia. Hal yang paling mendukung pertumbuhan ekonomi digital yakni infrastruktur.

Tapi banyak kota dan daerah di Indonesia tidak memiliki kemampuan infrastruktur yang memadai, seperti di Jakarta atau di daerah pulau Jawa pada umumnya. Beberapa kota memiliki keterbatasan dalam menjangkau jaringan internet. "Dengan Palapa Ring, lebih dari 5.000 desa terhubung dengan internet," ujarnya.

Kedua adalah sumber daya manusia. Menurut Sri Mulyani, semua memiliki potensi untuk berkolaborasi di bidang pendidikan, ekonomi dan sosial dengan perusahaan digital. Seperti program Keluarga Harapan.

Lebih dari 50 juta keluarga menerima support dari pemerintah, sekaligus juga membuka akses ekonomi untuk memulai bisnis kecil secara berkelanjutan. Memberikan dampak yang besar di era milenial ini untuk memberi edukasi. Di Indonesia sudah ada lebih dari 2.000 startup dan masuk dalam lima besar di dunia. 

Sementara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, di era industri 4.0, usaha skala besar berkontribusi meningkatkan ekonomi riil Indonesia sebesar satu hingga dua persen. Pertumbuhan ekonomi harus bisa dinikmati setiap orang dari berbagai kalangan. 

Sejalan dengan program pemerintah tersebut, Grab, mengumumkan program kontribusi sosial miliknya bernama Grab For Good. Yakni  memberdayakan lebih banyak masyarakat untuk menjangkau sejumlah akses krusial seperti teknologi, peningkatan keterampilan dan layanan digital pada agen, driver dan merchant Grab di Asia Tenggara. 

Tak sendirian, melalui Tech for Good, Grab juga bekerja sama dengan Microsoft guna menjembatani kesenjangan keterampilan teknologi di Asia Tenggara dengan program yang dirancang khusus bagi mitra pengemudi dan keluarga mereka. 

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menambahkan, dengan memanfaatkan kapasitas teknologi, platform dan kerja sama, Grab bertekad meningkatkan literasi digital dan inklusi bagi lebih dari tiga juta masyarakat Asia Tenggara pada tahun 2025. "Mereka dilatih untuk mengerti dunia digital. Kita memastikan bahwa Grab inklusif, juga memastikan safety nomor satu. Kita fokus pada stakeholder," tandasnya. (rpp/nur)

(sb/rpp/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia