Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jualan Ganja Siap Pakai, Mahasiswa PTS di Surabaya Ini Ditangkap

25 September 2019, 15: 41: 30 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Taufan Nikmawan Putra dan barang bukti ganja serta lintingan ganja siap pakai.

TERSANGKA: Taufan Nikmawan Putra dan barang bukti ganja serta lintingan ganja siap pakai. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Menjual ganja siap pakai, seorang oknum mahasiswa ditangkap Unit III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Tersangka Taufan Nikmawan Putra, 24, warga Jalan Jambangan Baru Selatan, Kecamatan Jambangan, Surabaya, indekos di Jalan Jemur Gayungan, Kecamatan Gayungan ini diringkus di Jalan Mastrip, Karang Pilang, Surabaya.

Mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya ini diketahui menyimpan 88,55 gram ganja yang sudah dicampur tembakau. Ada pula enam linting ganja campur tembakau ditemukan polisi.

Penangkapan tersangka ini bermula saat polisi mendapat informasi terkait peredaran ganja di sekitar Jalan Mastrip. Informasinya, ada salah satu pengedar yang hendak menjual ganja di lokasi tersebut. Polisi menyelidiki dan mencari keberadaan tersangka, hingga ditemukan tersangka Taufan berada di pinggir Jalan Mastrip sendirian.

“Kami amankan tersangka yang saat itu sedang menunggu pelanggan katanya,” ujar Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian.

Selain menangkap tersangka, polisi menemukan enam linting rokok. Saat dibuka, ternyata tidak hanya berisi tembakau saja melainkan ada ganjanya. Ternyata tersangka hendak menjual ganja bercampur tembakau ini.

Tersangka menjualnya langsung ke pelanggan dengan harga kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 35 ribu per lintingnya. “Kami amankan enam linting ganja dicampur tembakau ini,” terangnya.

Polisi langsung menggelandang tersangka ke kosnya di Jalan Jemur Gayungan. Benar saja, di sana polisi menemukan ada wadah bekas makanan berisi 88,55 gram ganja dan tembakau yang sudah dicampur oleh tersangka.

Ganja dan tembakau ini oleh pelaku sudah dicampur rata sehingga bisa dengan cepat dikemas menjadi rokok untuk siap diedarkan. “Ini dilakukan tersangka untuk mempercepat proses penjualan saja. Kalau ada pesanan, ia bisa cepat membuatkan,” tuturnya.

Pihak kepolisian kini menyelidiki dari mana ganja tersebut didapat tersangka. Pengakuan tersangka, setelah mendapat ganja, ia memotong menjadi bagian kecil kemudian mencampur dengan tembakau yang dibeli di pasaran.

“Ini masih kami kembangkan lagi ke pemasok ganjanya. Tersangka ini mengaku menjual ganja untuk jajan dan biaya kuliah,” jelasnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia