Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Peringati Hari Tani 2019, Mahasiswa Luruk Dewan Tolak RUU Pertanahan

25 September 2019, 14: 27: 00 WIB | editor : Wijayanto

DEMO: Ratusan mahasiswa dari sejumlah organisasi ekstra (ormek) kampus menggelar aksi unjuk rasa menolak RUU Pertanahan di gedung DPRD Gresik.

DEMO: Ratusan mahasiswa dari sejumlah organisasi ekstra (ormek) kampus menggelar aksi unjuk rasa menolak RUU Pertanahan di gedung DPRD Gresik. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dalam rangka memperingati Hari Tani 2019, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Gresik. Mereka menolak Rancangan Undang – Undang (RUU) Pertanahan yang saat ini sedang dibahas Pemerintah Pusat.

Aksi unjuk rasa digelar mahasiswa dengan membawa puluhan poster penolak RUU Pertanahan. Selain itu, mereka juga melakukan orasi hingga memblokir Jalan Wahid Hasyim.  Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan 10 tuntutan. Diantaranya, terkait dengan adanya perpanjangan izin Hak Guna Bangunan (HGU) hingga 90 tahun. Kemudian, juga terkait dengan pengingkaran terhadap tanah berstatus hak ulayat.

Korlap aksi mahasiswa Gresik yang tergabung dalam gerakan pemuda untuk agraria (Gepug) Hamdan Arif mengatakan, aksi kali ini digelar untuk menolak RUU Pertanahan yang sangat merugikan para petani. “Jelas-jelas di dalam RUU Pertanahan sangat menyimpang dari UUPA 1960. Banyak pasal yang merugikan para petani dan masyarakat,” terangnya.

Hamdan menyampaikan, aksi ini digelar selain karena gelisah dengan ulah DPR RI juga sekaligus memperingati Hari Tani 24 September. “Kami sangat kecewa dengan pemerintah pusat. RUU Pertanahan sangat pro pemodal bukan rakyat,” ungkap dia.

Setelah aksi sekitar satu jam, akhirnya pimpinan DPRD Gresik menemui di barisan mahasiswa. Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Ketua dr Aslachul Alif, dan sejumlah anggota DPRD Gresik menemui mahasiswa di jalan.

Dihadapan mahasiswa, Fandi Akhmad Yani berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat. Pihaknya juga bersedia untuk menandatangani pakta integeritas yang dibawa para pendemo. “Akan saya sampaikan tuntutan mahasiswa. Mahasiswa adalah solusi. Mahasiswa adalah penerus bangsa,” teriak Fandi. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia