Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Cegah Kriminalitas, Pasang CCTV dengan Pengenal Wajah di 1.480 Titik

23 September 2019, 08: 40: 58 WIB | editor : Wijayanto

DITAMBAH: Pekerja menyelesaikan perbaikan rutin CCTV yang terpasang di traffic light Jalan Siwalankerto, Surabaya.

DITAMBAH: Pekerja menyelesaikan perbaikan rutin CCTV yang terpasang di traffic light Jalan Siwalankerto, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai inovasi teknologi untuk menunjang sistem keamanan dan kenyamanan kota. Pemkot Surabaya bakal menerapkan face recognation system atau alat pendeteksi wajah. Teknologi ini akan diterapkan pada semua CCTV yang sudah tersebar di Kota Surabaya dan ditambah lagi sebanyak 280 unit.

Menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, terobosan teknologi terbaru ini, bertujuan untuk memantau dan memberikan keamanan bagi masyarakat.

Sebab, teknologi itu mampu menangani berbagai masalah yang terjadi di jalan raya. Misalnya saja jika terjadi kecelakaan tabrak lari, maka kejadian itu dapat tertangkap kamera yang terkoneksi dengan data kependudukan untuk mengenali pelaku.

“Jadi kelebihannya di situ, kan kita tidak tahu orang itu siapa (pelaku), maka dapat di zoom wajahnya lalu kami hubungkan dengan data kependudukan, jadi kita sudah siapkan itu,” kata Risma saat menggelar jumpa pers di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sedap Malam Surabaya, sebelum bertolak ke New York, Amerika Serikat.

Risma mengungkapkan bahwa saat ini CCTV di Surabaya sudah terpasang sebanyak 1.200 kamera. Dari jumlah tersebut, semuanya akan menerapkan teknologi face recognition. Bahkan dari jumlah tersebut, bakal ditambah 280 unit, sehingga totalnya mencapai 1.480 kamera berbasis face recognition. ”Saya berharap tiap pintu masuk kampung juga akan memiliki fasilitas itu (CCTV, Red),” imbuhnya.

Setelah teknologi face recognition ini dipasang, pihaknya juga bakal melakukan pertemuan bersama densus, kepolisian dan jajaran terkait untuk bersama-sama bersinergi dalam menjalankan teknologi ini untuk mendukung pengamanan Kota Surabaya.

“Nanti jika sudah selesai akan kami koordinasikan. Sekarang ini kita sedang setting peralatannya. Kebetulan ini kami buat sendiri softwarenya, jadi membutuhkan waktu cukup lama. Mudah-mudahan akhir tahun ini pada November sudah kelar,” terangnya.

Bahkan, Presiden UCLG Aspac ini juga menjelaskan, setelah teknologi ini berjalan, pihaknya sudah menyiapkan konsep dan langkah berikutnya untuk terus mengembangkan teknologi face recognition tersebut.

“Jadi misal kalau ada orang yang dua kali tertangkap kamera di lokasi seperti sekolah tapi tidak melakukan apa-apa, maka nanti kita akan lakukan analisa siapa orang tersebut,” urainya.

Menariknya, teknologi face recognation system sebelumnya telah dipasang di Terminal Purabaya. Teknologi itu difungsikan untuk mendeteksi para pendatang maupun mengantisipasi adanya calo yang ada di terminal tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Irvan Wahyudrajat menambahkan, teknologi face recognation system tersebut juga diterapkan pada kamera CCTV di Terminal Purabaya. Ada 16 titik kamera yang terpasang teknologi pendeteksi wajah tersebut.

“Tujuannya pertama untuk mendeteksi adanya calo di terminal. Selain itu juga berfungsi untuk mendeteksi para pendatang,” pungkasnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia