Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

BPOPP TisTas SMA/SMK Sudah Cair

22 September 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ilustrasi SMA

ilustrasi SMA (dok)

Share this      

SURABAYA - Dana Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) yang merupakan dana program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas) di Provinsi Jawa Timur (Jatim) tahap satu untuk periode tiga bulan pertama tahun ajaran 2019/2020 telah cair. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memastikan bahwa dana BPOPP TisTas tersebut sudah masuk ke rekening masing-masing sekolah. Khususnya untuk sekolah SMA dan SMK negeri di Jatim. 

“Ini adalah salah satu perwujudan program pendidikan TisTas yang digulirkan Pemprov Jatim. Saya berharap dengan adanya program ini pelajar SMA/SMK negeri dan swasta se-Jatim bisa semangat belajar,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (21/9).

Dana BPOPP TisTas ini dicairkan langsung oleh Pemprov Jatim ke rekening sekolah. Berdasarkan data, pencairan dana BPOPP TisTas Jatim sudah dicairkan untuk SMA negeri sebanyak 424 lembaga dengan total dana yang dicairkan adalah Rp 80,57 miliar. 

Sedangkan untuk SMK negeri di Jatim juga sudah dicairkan untuk 297 lembaga. Yang total nilai anggarannya adalah Rp 137,49 miliar. Anggaran tersebut bisa langsung digunakan oleh sekolah untuk membiayai kegiatan pendidikan di sekolah masing-masing. 

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan, anggaran BPOPP TisTas ini sempat lama ditunggu pencairannya. Awalnya pemprov sempat menemukan kendala, karena ini baru pertama kalinya. “Memang sempat ada kendala karena banyak sekolah yang belum mengirimkan nomor rekening. Padahal mekanisme pencairan dilakukan langsung ke rekening sekolah,” jelasnya. 

Khofifah menuturkan, saat ini untuk pencairan BPOPP SMA/SMK swasta di Jatim masih dalam proses. Saat ini sedang proses penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). “Saat ini Pemprov Jatim juga sedang menyiapkan program lanjutan TisTas, yaitu pemberian BPOPP untuk Madrasah Aliyah (MA),” tuturnya.

Pemprov Jatim akan memberikan subsidi sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) bagi MA agar bisa menikmati keringanan biaya sekolah seperti yang diterapkan di SMA/SMK negeri dan swasta di Jatim. Namun menurutnya, saat ini Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tersebut menunggu proses pembahasan dengan DPRD. 

“Subsidi SPP untuk MA rencananya akan diberikan pada tahun ajaran baru, yakni bulan Juli 2020. Sekarang sedang menunggu proses pembahasannya serta besaran alokasi anggarannya dengan DPRD Jatim,”  jelasnya.

Program Pendidikan TisTas ini merupakan program prioritas Pemprov Jatim yang juga menjadi salah satu janji kampanye Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Dalam program ini selain bantuan SPP gratis di SMA/SMK negeri dan swasta, juga mendirikan SMK Pengampu yang menyiapkan bengkel atau laboratorium bagi SMK yang punya jurusan serumpun. Serta pemberian tunjangan untuk seluruh guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di bawah naungan Pemprov Jatim.

“Kami berharap, dengan program pendidikan gratis dan berkualitas di Jatim bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini masih peringkat 15 nasional,” kata Khofifah. 

Dalam pelaksanaan program TisTas ini, Pemprov Jatim juga melakukan penyisiran di kampung-kampung untuk mendorong jika ada anak usia sekolah yang belum mendapatkan bangku sekolah diajak untuk melanjutkan pendidikan yang kini sudah gratis. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia