Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Nikahi Wanita Malam Ingin Membenahi, Kini Nyerah karena Malah Ndadi

22 September 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Sebenarnya tujuan Donwori menikahi Karin sungguhlah mulia. Ia ingin membenahi istrinya yang merupakan wanita malam supaya hijrah, seperti yang sedang ngetren di kalangan artis. Sayang, keinginannya kurang kuat. Belum apa-apa, sudah mundur saja.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Ya…,  duluuuuu, saat pertama melihat Karin, Donwori sudah merasa tertantang untuk membenahi istrinya itu. Pikirnya, sekaligus dakwah, ia juga bisa dapat bonus istri cantik yang bolehlah dipamerkan ke orang-orang. 

Sayangnya, agaknya keinginan Donwori kurang kuat. Baru lima bulan saja, ia sudah angkat tangan. Sudah lempar handuk, sudah buang sepatu. Antara ia sendiri yang kurang telaten atau Karin yang luar biasa susah diaturnya.

"Nyerah saya, Mbak. Dikandani gak kenek, diseneni mbantah," sambat Donwori di kantor pengacara, dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Surabaya, kemarin (20/9). 

Donwori menceritakan, istrinya dulunya merupakan penyanyi kafe yang berbodi seksi. Karin juga nyambi menjadi ‘teman’ om-om yang kesepian. Saat menikah dulu, Donwori membuat kesepakatan agar Karin berhenti menjadi penyanyi yang aurat suara dan tubuhnya dinikmati dengan mudah oleh banyak laki-laki. Biar Donwori saja yang kerja, maunya.

Untuk ini, Karin sih manut saja. Seminggu sebelum pernikahan, ia melepaskan pekerjaan menyanyinya. Meskipun tak langsung hijaban, baju masih layaknya perempuan yang tak mampu beli baju, namun setidaknya ada perubahan lah. 

Sayangnya, tobatnya Karin hanya sebatas berhenti menyanyi. Sedangkan menjadi simpanannya om-om, Karin belum mampu menghentikannya. Berkali-kali ia nekat jalan-jalan dengan sugar daddy-nya di belakang Donwori. Modusnya tak pernah ketahuan, karena suatu ketika ia pamit main ke teman, mengunjungi keluarga, hingga beli ini itu di pasar.

Hingga suatu ketika, ia mendapat laporan dari sepupunya yang kok ya kebetulan melihat Karin di salah satu pusat perbelanjaan dengan pria gendut. Si sepupu milenial ini kritis. Tak hanya modal omongam, si sepupu juga merekam dari jauh aktivitas Karin dan dikirimkan ke Donwori.

Dalam video singkat itu, Donwori menyaksikan sendiri istrinya dirangkul, dicium pipinya di tempat publik oleh bapak-bapak paruh baya. "Meski ketahuan seperti itu masih tak maafkan, Mbak. Asalkan dia mau berbenah, gak ngulangi lagi. Dulu ya janji-janji gak ngulangi," ujarnya. 

Namun janji hanyalah janji. Beberapa minggu kemudian Karin kembali lagi ketahuan kencan dengan opa-opa (yang literally opa, bukan opa Korea) yang lain. Saat dimarahi, Karin baru angkat bicara, kenapa tidak bisa menghentikan kebiasaan mengencani opanya. Alasannya tak lain tak bukan adalah uang. "Wes biasa nyekel duwit akeh dan langsung. Kalau nunggu jatah bulanan dari saya, kurang dan kelamaan," ungkap Donwori, datar.

Dari sini, Donwori menyerah. Benar dia dulu awalnya mau mengubah Karin. Tapi, dia tak sadar yang mau diubah levelnya sudah terlalu tinggi. Sudah kenal uang lagi. Susah kembalinya.

"Sebenarnya pertimbanganya ya gak itu saja. Lah diajak sembahyang, males. Korah-korah, males. Pakaian seksi, gak mandek. Kok rasanya capek mau ngandani lagi," pungkas Donwori. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia