Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Soal Penutupan Ponpes Al Mubarok

Warga Kedungrejo Jabon Batal Unjuk Rasa ke Kemenag

21 September 2019, 13: 25: 41 WIB | editor : Wijayanto

KHAWATIR: Warga saat unjuk raa di depan kantor Desa Kedungrejo, Kamis (19/9).

KHAWATIR: Warga saat unjuk raa di depan kantor Desa Kedungrejo, Kamis (19/9). (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Rencana aksi unjuk rasa warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Jabon ke Kementerian Agama (Kemenag) batal. Polisi mengajak masyarakat tetap tertib untuk menghormati kesepakatan yang sudah terjadi.

Kapolsek  Jabon AKP Sumono mengungkapkan, jika rencana aksi demo menuntut penutupan Pondok Pesantren Al Mubarok, Kecamatan Jabon itu dibatalkan. “Tidak jadi, setelah aksi demo kemarin (19/9), koordinator lapangan menyampaikan batal hendak menggelar aksi ke kantor Kemenag,” terang mantan kapolsek Sukodono itu.

Dalam kesempatan itu juga, Sumono mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kamtibmas. Sejumlah kesepakatan yang sudah disepakati kedua belah pihak harap bisa saling dihormati. “Harapannya masyarakat bisa tertib,” ucapnya.

Dalam beberapa waktu ke depan, polisi juga akan memantau lokasi kejadian untuk mencegah situasi memanas. Salah satu upayanya unit intel akan bersiaga di lokasi kejadian untuk melakukan monitoring.

Seperti yang diberitkan sebelumnya, ratusan warga Desa Kedungrejo menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa, Kamis (18/9). Mereka menuntut per mintaan maaf dan penutupan Pondok Putri Al Mubarok lantaran terkait kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum pengasuh pondok pesantren kepada empat santriwatinya.

Aksi demo mereda setelah perwakilan pihak pondok menyampaikan surat pernyataan penutupan sementara pondok putri mulai hari Kamis (18/9). Mereka meminta waktu hingga hari minggu (21/9) untuk memulangkan santriwati. Merasa kurang puas, warga sempat merencanakan menggelar aksi demo lagi ke Kemenag. (son/vga)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia