Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Maju Pilwali, Dwi Astutik Sowan ke Kiai Asep

21 September 2019, 13: 13: 50 WIB | editor : Wijayanto

SILATURAHMI: Wakil  Sekretaris Muslimat NU Jatim  Dwi Astutik (kanan) saat bertemu secara khusus dengan KH Asep dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak pada Kamis (19/9) malam. Pertemuan itu membahas terkait pendidikan di Jawa Timur.

SILATURAHMI: Wakil Sekretaris Muslimat NU Jatim Dwi Astutik (kanan) saat bertemu secara khusus dengan KH Asep dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak pada Kamis (19/9) malam. Pertemuan itu membahas terkait pendidikan di Jawa Timur. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Wakil Sekretaris Muslimat NU Jatim  Dwi Astutik kini serius untuk maju calon wali kota Surabaya. Dia sudah sowan kepada pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Syaifuddin Chalim.

Dwi membenarkan telah bertemu secara khusus dengan KH Asep dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak pada Kamis (19/9) malam. Menurutnya, pertemuan tersebut membahas terkait pendidikan di Jawa Timur. “Yakni pendidikan Madrasah Aliyah ini harus mendapatkan perhatian khusus,” ujar Dwi Astutik.

Saat ditanya perhatian khusus seperti apa, Dwi enggan membeberkan secara jelas. Menurutnya ini merupakan wewenang Gubernur Jatim. “Jangan, nanti saya malah salah ngomong. Yang pasti terkait kepedulian kami terhadap pendidikan aliyah,” terangnya.

Dwi tidak mengelak saat ditanya apakah Kiai Wahab memberikan dukungan kepadanya untuk maju menjadi bakal calon Wali Kota Surabaya. Menurutnya, ia sangat dekat dengan Kiai Asep sejak Khofifah Indar Parawansa mencalonkan diri sebagai Gubernur.

“Jadi secara otomatis, Insya Allah beliau memberikan restu kepada saya. Saya dengan beliau juga sempat membahas soal Surabaya,” tambahnya.

Sementara itu, menurutnya, Wagub Emil Dardak memberikan apresiasi atas kinerja muslimat. Ia menegaskan tidak ada penggalangan dukungan untuk kepentingan pencalonan dirinya. “Pak Emil mengapresiasi kita soal kinerja muslimat,” tegasnya.

Seperti diketahui, salah satu alasan Dwi mendaftar melalui PDIP karena partai berlambang banteng dengan moncong putih itu memiliki 15 kursi di DPRD Surabaya. Meski demikian menurutnya bukan berarti dirinya mengesampingkan partai yang lain.

Meskipun berharap bisa menjadi wali kota, Dwi mengaku masih harus mengatur strategi terlebih dulu. Dwi juga siap jika diminta oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. (mus/rud)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia