Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pengajuan Telat, Tiga Proyek di Dinkes Gresik Gagal Terlaksana

21 September 2019, 12: 07: 28 WIB | editor : Wijayanto

GAGAL: Dinkes Gresik gagal merealisasikan rencana pembangunan dua Puskesmas dan satu Labkesda.

GAGAL: Dinkes Gresik gagal merealisasikan rencana pembangunan dua Puskesmas dan satu Labkesda. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Kinerja Dinas Kesehatan Pemkab Gresik nampaknya perlu dievalusi. Tahun ini, dipastikan mereka gagal melaksanakan tiga proyek pembangunan. Padahal, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan tersebut.

Tiga proyek tersebut yakni, pembangunan Puskesmas Dukun, pembangunan Puskesmas Sekapuk serta pembangunzan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Untuk tiga proyek tersebut, pemerintah menganggarkan Rp 25,4 miliar.

Kabid Pelayanan Kesehata (Yankes) Pemkab Gresik, Hari Tutik Rahayu mengatakan ketiga bagunan itu memang tak bisa dibangun tahun ini. Sebab, Ada aturan baru dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terkait sistem lelang bangunan fisik. “Prosesnya pun butuh waktu untuk merevisi sesuai aturan itu. Sehingga pengajuannya telat,” ungkap Tutik, Rabu (18/9).

Tutik mengatakan karena pengajuanannya telat, maka dipastikan proses pembangunannya pun dikhawatirkan tak selesai hingga akhir tahun. Sehingga dipustuskan jika bangunan itu dianggarkan lagi tahun depan. “Khusus untuk puskesmas Sekapuk proses lelang akan dilakukan awal tahun. Sebab semuanya sudah siap, termasuk lahannya,” ujarnya.

Puskesmas Sekapuk dialokasikan sebesar Rp 7,1 milyar yang menggunakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Sejak awal, rencana perluasan pembangunan Puskesmas Sekapuk di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah, sudah ruwet. Untuk perluasan, Pemkab Gresik merencanakan pengadaan tanah dengan membebaskan milik salah satu warga. Namun, harga tanah yang diminta terlalu mahal berdasarkan penilaian tim appraisal. Akhirnya, Dinkes Gresik mencari alternatif tempat lain yakni lahan di Desa Gosari Kecamatan Ujungpangkah.

Namun, lahan tersebut tidak memungkinkan untuk pembangunan fisik. Tahun  lalu Dinkes sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanahan Gresik dan pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa. Ada tanah negara (TN) di Desa Bolo Kecamatan Ujungpangkah. Setelah dilakukan survei sangat layak dan masyarakat maupun pemerintah desa setempat tak keberatan.

Tiba-tiba munculnya keberatan dari masyarakat dan Pemerintah Desa Sekapuk dengan rencana Pemkab Gresik bakal membangun ulang Puskesmas Sekapuk di Desa Bolo. Bahkan, mereka siap membebaskan lahan milik warga untuk dihibahkan ke Pemkab Gresik supaya tetap di Desa Sekapuk.

Rencananya, Puskesmas Sekapuk akan di bangun  2 lantai. Untuk lantai bawah seluas 620 meter persegi dan lantai atas seluas 582 meter persegi. Sedangkan Gedung Labkesda hendak dibangun ulang lantaran kondisinya sudah tak layak. Bangunan ini dianggarkan Rp 12,5 miliar. “Bangunannya di kawasan rendah dari jalan sehingga  kerap kali banjir. Rencananya, juga akan dibangun gedung tiga lantai,” terangnya. (yua/rof)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia