Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Minyak Esensial Kini Jadi Pendukung Gaya Hidup

21 September 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BERAGAM MANFAAT: Roslina Situmeang mencoba essential oil di pameran bertajuk Oilthentic Day di Pakuwon Mall, Jumat (20/9).

BERAGAM MANFAAT: Roslina Situmeang mencoba essential oil di pameran bertajuk Oilthentic Day di Pakuwon Mall, Jumat (20/9). (HERNINDA CINTIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Seiring dengan berkembangnya gaya hidup masyarakat, penggunaan essential oil pun kian digemari. Bahkan, minyak atsiri ini kerap dianggap menjadi solusi yang dapat mendukung gaya hidup sehat masyarakat. Khususnya di wilayah perkotaan. 

Minyak atsiri adalah ekstrak minyak harum yang didapat dari hasil penyulingan tanaman, bunga, akar, kayu, atau biji buah. Selain bermanfaat untuk relaksasi dan menenangkan pikiran, minyak esensial ini juga bisa jadi obat penawar penyakit.

Hal ini diungkapkan Ksatrio Yudho Sampurno, country manager salah satu brand essential oil. Menurutnya, penggunaan minyak atsiri turut mendukung kesehatan masyarakat secara holistik. "Selain olahraga, makan sehat, dan mengatur jam istirahat tentunya masyarakat saat ini mulai menghindari bahan kimia," terangnya di Surabaya, Jumat (20/9). 

Ksatrio menjelaskan, penggunaan minyak esensial dapat dioleskan langsung ke kulit atau dihirup aromanya setelah diencerkan dulu dengan minyak pembawa, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa yang telah dilelehkan. Selain itu, juga bisa dicampurkan pada produk perawatan wajah. "Aroma-aromanya ini sangat memungkinkan untuk digunakan untuk apa saja. Termasuk dicampurkan pada air hangat untuk merendam kaki, juga minyak untuk memijit badan," jelasnya. 

Menurut Ksatrio, minyak atsiri memiliki manfaat yang berbeda-beda sesuai dengan kandungan bahannya. Seperti essential oil peppermint untuk meredakan mual, diare, atau kram perut. Pasalnya, minyak esensial peppermint mengandung senyawa yang bisa menenangkan otot-otot pencernaan dan membantu mengeluarkan gas penyebab sakit perut. "Selain itu, minyak esensial peppermint juga dapat meningkatkan energi dan stamina tubuh. Selain itu, juga mampu menurunkan kadar hormon stres kortisol," paparnya. 

Sedangkan aroma minyak esensial lemon dapat membantu mengendalikan gejala depresi. Bahkan, penggunaan minyak esensial lemon dapat mengurangi pemakaian obat antidepresan pada penderita depresi.

Namun demikian, aroma favorit sejuta umat adalah wangi lavender. Hal ini dikarenakan minyak dengan aroma ini paling serbaguna. Pasalnya, esensial lavender dapat memberikan efek menenangkan dengan mengurangi kadar hormon stres kortisol dalam darah. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa aroma lavender dapat meningkatkan gelombang alfa di otak yang terkait dengan relaksasi dan tidur nyenyak. "Manfaat minyak esensial lavender juga dapat meringankan gejala PMS (pra menstruation syndrome, Red) dengan mengoleskannya di bagian perut sembari terus dipijat lembut. Makanya kaum hawa banyak sekali yang menyukai ini," imbuh Ksatrio.

Masih ada beberapa aroma lain, seperti jika menghirup aroma minyak esensial jeruk bali dapat menghambat saraf lambung yang memicu rasa lapar. Minyak esensial eukaliptus dapat membantu menyembuhkan hidung tersumbat dan rasa sesak akibat alergi. Minyak esensial pohon teh banyak dipilih untuk melawan infeksi kulit berkat sifat antibakteri, antiseptik, dan antijamurnya. "Mengoleskan minyak pohon teh juga dapat mengatasi infeksi kulit dan ruam," pungkasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia