Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Sehari, Dua Fenomena Alam Terjadi di Gresik

Gempa Tuban Menjalar di Gresik, Lumpur Panas Menyembur di Sekar Kurung

20 September 2019, 16: 34: 50 WIB | editor : Wijayanto

JADI TONTONAN: Warga melihat fenomena alam luapan lumpur panas di Desa Sekar Kurung Kecamatan Kebomas.

JADI TONTONAN: Warga melihat fenomena alam luapan lumpur panas di Desa Sekar Kurung Kecamatan Kebomas. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

GRESIK - Dua fenomena alam terjadi secara bersamaan di Gresik. Warga sekitar Desa Sekar Kurung Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Kamis (19/9), digegerkan dengan luapan lumpur panas yang keluar dari bekas galian sumur. Selain itu, juga dirasakan getaran di beberapa wilayah Gresik akibat gempa di Kabupaten Tuban. 

Subhan, 50, mengaku kaget, Kamis (19/8). Pria yang tinggal di Desa Sekar Kurung, RT II RW 01, Kebomas Gresik ini mendapati adanya semburan lumpur di samping rumahnya.  Lumpur panas itu menyembur di bekas galian sumur gas puluhan tahun yang lalu.  Dia mengetahui semburan lumpur itu saat ia bersih-bersih pekarangan rumahnya pada Kamis pagi. Kemudian dia mendengar suara mendesis dari bawah tumpukan mesin produksi bahan bangunan itu. Hanya saja saat itu belum mengeluarkan lumpur hanya suara dan sedikit asap tipis.

Kemudian, satu jam setelah itu Subhan mendapati semburan lumpur. Semburan itu cukup tinggi mencapai satu meter. Hal itu pun membuat ia panik. Selain tinggi, semburan itu terjadi hampir lima detik sekali. Kemudian ia melaporkannya petugas RT dan teruskan ke instansi terkait. “Petugas Petrokimia, SKK Migas, anggota kepolisian sudah datang,” ungkap Subhan.

Dikatakannya, baru pertama kali melihat fenomena tersebut. Hanya saja menurut petugas dari Migas, tahun 1971 sempat ada semburan lumpur yang sama. Sebab memang,  tempat semburan lumpur itu merupakan bekas galian sumur gas. “Hanya saja itu sudah lama. Bekas sumurnya hampir tak terlihat tertutup tanah,” tandasnya.

Meski demikian, Subhan mengatakan hingga siang lumpur panas itu masih menyembur. Hanya saja tinggi semburannya sudah berkurang dan periodik. Meski demikian dia tetap khawatir. “Semoga segera ada tindak lanjut dari instansi yang berwenang,” pungkasnya. 

Sementera itu, saat dikonfirmasi Assiten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik, Ida Lailatus Sa’diyyah mengatakan belum menerima informasi semburan lumpur itu. Dirinya mengaku sedang bertugas ke luar kota. “Coba saya cek dulu ya,” ungkapnya.

Selain luapan lumpur panas, fenomen lainnya yakni adanya getaran akibat gempa Tuban yang sampai ke Gresik. Meski tak tak ada potensi stunami, namun kekuatan gampa cukup besar yakni 5,6 skala richter.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut terjadi pada pukul 14.06. Lokasi gempa pada berada di koordinat 6,40 LS dan 111,84 BT atau 58 Kilometer Barat Laut Tuban. Gempa itu berada di kedalaman 656 kilometer.

Meski di tuban, namun getarannya terasa hingga ke Gresik. Seperti yang dirasakan oleh Farida, warga Desa Kemudinan, Gresik.  Ibu rumah tangga itu mengaku sedang rebahan bersama anaknya. Lalu dia merasakan getaran itu. Awalnya ia tak sadar jika itu gempa.

“Meski terasa, namun getaran itu hanya terjadi dua kali saja. Saya tahu (gempa,red) setelah melihat informasi dari BMKG,” ungkapnya. (yua/han)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia