Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Akreditasi Puskesmas di Gresik Kedaluwarsa, Terancam Diputus BPJS

19 September 2019, 12: 46: 06 WIB | editor : Wijayanto

PELAYANAN: Puskesmas Alun-Alun Gresik dalam proses akreditasi ulang.

PELAYANAN: Puskesmas Alun-Alun Gresik dalam proses akreditasi ulang. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Akreditasi belasan puskesmas di Gresik banyak  yang sudah habis. Mereka pun antre untuk melakukan pembaruan. Sebab jika tidak, kerjasama dengan BPJS akan diputus. Akreditasi juga bentuk peningkatan dan mempertahankan mutu pelayanan kesehatan. 

Akreditasi ulang itu ditempuh lima puskesmas yang sudah mendaftar. Mereka adalah Puskesmas Sukomulyo, Cerme, Gending, Kebomas, dan Puskesmas Alun-Alun. Masa akreditasi lima puskesmas ini habis setelah diperoleh tiga tahun sebelumnya.

Kepala Dinkes Pemkab Gresik Saifudin Ghozali mengatakan meski akreditasi ulang, namun survey dan mutu pelayanan terus dipantu dan dinilai. Apalagi kelimnya merupakan puskemas baru sehingga peningkatan mutu menjadi perhutungan. 

“Dari lima puskesmas itu, kami targetkan ada dua atau tiga puskesmas yang memenuhi syarat mendapatkan akreditasi,” ungkap Ghozali, Rabu (18/9) 

Akreditasi itu penting. Biasanya, menjadi salah satu syarat wajib untuk bisa kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Menurut data, dari 32 puskesmas di Gresik masih ada 2 puskesmas yang belum akreditasi. Yakni puskesmas Menganti dan puskesmas Dukun.

“Untuk Menganti dan Dukun kami sudah jadwalkan tahun ini. Sekitar September atau Desember,” terangnya. 

Meski demikian, untuk akreditasi Puskesmas Dukun akan terkendala dengan gedung. Pembangunan gedung puskesmas Dukun terhenti di 2018 lalu. Di tahun ini tak bisa dilanjutkan dan direncankan pada tahun 2020. 

“Untuk mensiasati itu, kami akan menyewa gedung untuk di tempati puskesmas itu. Meski demikian, kami tetap optimisi lolos,” ungkap Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Gresik Hari Tutik Rahayu.  

Targetnya, 2019 ini seluruh puskesmas sudah terakreditasi. Tahun 2020 Dinkes sudah mencatat ada 17 puskesmas yang harus memperbarui akreditas itu. (yua/han)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia