Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Tiongkok Tawarkan Skytrain untuk Transportasi LRT di Jatim

18 September 2019, 17: 59: 24 WIB | editor : Wijayanto

TAWARAN: Gubernur Khofifah Indar Parawansa ketika menerima investor Tiongkok yang menawarkan Skytrain.

TAWARAN: Gubernur Khofifah Indar Parawansa ketika menerima investor Tiongkok yang menawarkan Skytrain. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – China Railway Rolling Coorporation (CRRC) tertarik untuk investasi Skytrain atau Aerobus di Jawa Timur. Secara langsung perwakilan CRRC menemui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk membahas masalah ini.

"Malam ini tamu kita dari CRRC ini juga sampaikan minatnya untuk investasi di wilayah Gerbangkertasusila. Formatnya yang ditawarkan bukan LRT. Mirip LRT, skytrain," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Rombongan investor negeri tirai bambu yang terdiri dari Cui Xi, Su Chuan, Aswen S.U,  Halim Rusli dan Soetandy The. “Skytrain adalah sejenis kereta api. Cuma gantung. Jadi tidak di darat. Rodanya kabel tapi bukan seperti cable car,” ujar  Cui Xi usai audiensi dengan Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi.

Menurutnya, Skytrain bukan hal baru. Di sejumlah negara Eropa dan Tiongkok  telah menggunakannya. Kemampuannya dipakai di segala medan baik bukit maupun lembah menjadi nilai tambahnya. Belum lagi posisinya yang berada di atas memungkinkan untuk diterapkan di perkotaan dengan permukiman padat.

Dari segi biaya Skytrain dinilai paling efisien. Tanpa harus membebaskan banyak lahan. Cui Xi menyebutkan, di antara moda transportasi berbasis rel lainnya, Skytrain paling murah. Hanya sepertiga dari biaya yang dibutuhkan untuk membangun MRT. “Tenaganya listrik. Ini juga bisa juga pakai listrik sendiri,” ungkap Cui Xi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sejauh ini memang banyak investor yang menawarkan moda transportasi massal kepada Pemprov. Mulai dari Tiongkok, Prancis, hingga Inggris pernah datang menawarkan dengan berbagai format.

Mantan menteri sosial itu mengaku masih menunggu peraturan presiden tentang tata ruang strategis nasional untuk mendetailkan transportasi publik yang tepat. “Kebetulan mereka mendengar dan berminat. Saya pikir kalau ini proyek besar kelazimannya ada konsorsium dan kami berharap ada opsi untuk Gerbangkertosusila, Bromo Tengger Semeru, dan Selingkar Wilis,” kata Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan sudah  berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk wujudkan proyek transportasi Gerbangkertasusila ini. Terkait tawaran skytrain, juga telah dibahas di rapat Kemenko Perekonomian.

Saat ini, ia tengah menunggu turunnya Perpres terkait persetujuan presiden. "Kita tunggu saja. Jadi tak bisa didesak-desak. Ini kan Perpres sedang disiapkan detail plan-nya," pungkas Khofifah.

Jika nanti Perpres sudah turun, maka Jawa Timur nantinya akan menjadi provinsi pertama di Indonesia di mana transportasi massalnya menggunakan Skytrain. (rmt/rak)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia