Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

ITS Target Pertahankan Juara Umum di Kompetisi Mobil Hemat Energi

18 September 2019, 17: 56: 32 WIB | editor : Wijayanto

ITS Target Pertahankan Juara Umum di Kompetisi Mobil Hemat Energi

SURABAYA -  Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menargetkan bisa mempertahankan juara umum pada Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 yang akan digelar di Malang pada Selasa (24/9) mendatang.

Pada ajang kali ini, ITS menurunkan Tim Sapuangin dan Tim Nogogeni yang masing-masing mengikutsertakan dua mobil hemat energi andalannya pada ajang tersebut. Tim Nogogeni mengusung mobil jenis urban listrik dan urban etanol. Sedangkan Tim Sapuangin mengandalkan mobil urban bensin dan urban disel. Berbagai perkembangan pun dilakukan pada masing-masing mobil guna mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya telah diraih di Padang pada tahun 2018 lalu.

"Target juara umum merupakan hal yang patut diperjuangkan. Mobil hemat energi karya ITS telah diakui di panggung dunia, sehingga tren baik ini harus terus dipertahankan," kata Rektor ITS Prof Dr Ir Mohammad Ashari, M.Eng,  saat melepas Tim Sapuangin dan Tim Nogogeni.

Ketua Tim Nogogeni, Ngurah Gatot Saguna Wijaya mengatakan, untuk mobil urban listrik timnya memiliki perkembangan di bagian controller yang digunakan. Pada lomba tahun ini, controller yang digunakan merupakan hasil rakitan sendiri, sehingga lebih fleksibel dalam melakukan pengaturan. “Kami (Tim Nogogeni, red) menggunakan controller yang memungkinkan untuk melakukan mapping secara manual sesuai kebutuhan,” jelas pemuda yang kerap disapa Ngurah ini.

Sementara untuk mobil urban etanol, menurut Ngurah, memiliki beberapa terobosan baru. Perkembangan pertama yang dilakukan adalah meningkatkan gaya aerodinamis dengan menambahkan penutup roda pada bagian depan. Kemudian setting-an accue juga turut diperbaiki guna mendapatkan komposisi yang optimal. Lalu wheel drive yang digunakan pun diubah menjadi dua, dari yang sebelumnya hanya dipasang satu di bagian kiri mobil.

Persiapan yang berbeda telah dilakukan oleh Tim Sapuangin. Pada KMHE 2019, Tim Sapuangin mencoba kembali menghidupkan mesin mobil urban disel yang telah dua tahun digarasikan. Mengembalikan setting-an dan performansi mobil yang telah dua tahun vakum tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Sapuangin.

“Kami hanya punya dua bulan untuk mengembalikan kondisi mobil ini agar kembali seperti dua tahun lalu, saat mobil ini berhasil juara untuk enam tahun berturut-turut,” ungkap Muhammad Fauzi, pelaksana tugas (Plt) Ketua Tim Sapuangin. (ism/rak)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia