Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Berdiri di Atas Lahan Fasum, Bangli Dupak Diratakan

18 September 2019, 16: 32: 32 WIB | editor : Wijayanto

RATA TANAH: Warga mengangkut kayu sisa-sisa bangunan yang diratakan oleh Satpol PP di kawasan exit Tol Surabaya-Gresik, Dupak, Surabaya.

RATA TANAH: Warga mengangkut kayu sisa-sisa bangunan yang diratakan oleh Satpol PP di kawasan exit Tol Surabaya-Gresik, Dupak, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tak ada lagi toleransi untuk bangunan liar (bangli). Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya membongkar lima bangli di samping pintu exit Tol Dupak dari arah Gresik menju Surabaya. Bangli semipermanen di Jalan Dupak Rukun, Kecamatan Asemrowo, tersebut dianggap mengganggu estetika kota.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widiyanto mengatakan, lahan tersebut merupakan akses jalan umum yang tidak boleh digunakan untuk pembangunan apa pun. "Itu bangunannya rata-rata seperti warkop dan semipermanen. Mayoritas terbuat dari tripleks dan kayu," kata Irvan.

Sejumlah pemilik bangli berusaha memboyong barang-barangnya dengan dibantu petugas Satpol PP. Setelah barang-barang dikeluarkan seluruhnya, satu per satu bangli itu digusur hingga rata dengan tanah. Tidak perlu waktu lama bagi petugas untuk menertibkan bangunan-bangunan ilegal itu.

Setelah dibongkar, petugas mengusung sisa-sisa bangunan yang masih bisa dipakai seperti genting, kayu, hingga seng dengan menggunakan truk. Ini agar tidak lagi ada warga yang memanfaatkan fasum sebagai tempat tinggal. "(Tindakan) ini untuk memberi efek jera kepada warga yang memanfaatkan fasum sembarangan. Lahan ini untuk jalan, bukan untuk bangunan. Kayu yang masih layak pakai, mereka (pemilik bangli, Red) amankan sendiri," kata Irvan.

Salah satu pemilik bangli, Muhammad Bahrudin, mengaku pasrah saat melihat warkop miliknya diratakan. Selama ini warkop itu jadikan tempat mencari nafkah. "Saya keberatan kalau digusur gini. Masih bingung mau kerja apa nantinya," kata Bahrudin.

Saat ini dia menitipkan barang-barang perabotan rumah dan sisa dagangannya ke rumah saudaranya di kawasan Dupak Rukun. Dia masih berusaha mengais sisa-sisa bangunan yang masih bisa dipakai atau dijual kembali. "Mumpung bisa dibawa pakai pikap," katanya.

Sebelumnya, Satpol PP Surabaya telah menertibkan bangli di kawasan Kraton, Kelurahan Alun-Alun Contong. Bangli yang berada di kawasan Kraton Gang 1, RT 06/RW 06 dan Kraton Gang 2, 3, 4, 5, RT 05/RW 06, itu di antaranya 16 bangli semipermanen dan nonpermanen. Kini bangli tersebut sudah rata dengan tanah sejak Selasa (17/9) lalu. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia