Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Cegah Laka, Dishub Pasang EWS di 6 Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu

18 September 2019, 00: 28: 45 WIB | editor : Wijayanto

TETAP DIJAGA: Perlintasan kereta api di Kecamatan Krian yang sudah dilengkapi EWS.

TETAP DIJAGA: Perlintasan kereta api di Kecamatan Krian yang sudah dilengkapi EWS. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJ)

Share this      

SIDOARJO – Rencana pemasangan Early Warning Sistem (EWS) terus dimatangkan. Selasa (17/9) Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo mulai melakukan survey di beberapa titik lokasi perlintasan kereta api yang tak berpalang pintu. Tujuannya memastikan lokasi yang akan dipasang EWS.

Kasi Sarana dan Prasarana Dishub Sidoarjo Rizal Asnan menuturkan, saat ini rencana pemasangan EWS sudah mulai berjalan. Progresnya sudah masuk tahap lelang. Targetnya, akhir bulan ini tahap lelang sudah rampung seluruhnya. Sehingga pemasangan EWS dapat segera dilakukan. “Perkiraan lelang akan selesai akhir bulan ini,” ujarnya.

Jika proses lelang tersebut berjalan sesuai rencana, maka pengerjaan pemasangan EWS akan mulai berjalan bulan depan. Sehingga akhir tahun ini seluruh EWS ditargetkan selesai terpasang. Rizal sapaan akrabnya menambahkan, tahun ini ada enam titik lokasi pemasangan EWS.

Keenam titik perlintasan yang rencananya akan dipasang EWS tersebut berada di perlintasan Tenggulunan, Kramatjegu, Seketi Balongbendo, Banjarwungu, Jalan Sumberjati Banjarwungu dan Desa Sumokali. Sedangkan anggaran EWS untuk setiap titiknya mencapai Rp 450 juta. “Mudah-mudahan sesuai rencana,” ujarnya.

EWS sendiri dipilih Dishub sebagai salah satu alternatif untuk menjaga keamaan di area perlintasan kereta api tak berpalang pintu. EWS tersebut bekerja dengan menggunakan sensor. Dimana, EWS akan mengeluarkan sirine peringatan ketika ada kereta yang akan melintas.

Penggunaan EWS dinilai cukup mahal. Namun penggunaan sistem otomasi itu dinilai lebih efisien daripada menggunakan palang pintu yang masih membutuhkan tenaga manusia.

Sedangkan penggunaan EWS tak lagi membutuhkan lagi petugas penjaga perlintasan kerea api. “Hematnya di situ, jadi sudah tak butuh petugas penjaga lagi,” ujarnya. (far/nis)

(sb/sat/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia