Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Tour Tematik Si Jago Merah, Kenalkan Sejarah Sekaligus Tanggap Bencana

18 September 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

JADI FIRE FIGHTER: Aril (tengah), diperkenalkan beberapa alat pendukung para petugas pemadam kebakaran kota Surabaya dalam Tour Si JAgo Merah yang dig

JADI FIRE FIGHTER: Aril (tengah), diperkenalkan beberapa alat pendukung para petugas pemadam kebakaran kota Surabaya dalam Tour Si JAgo Merah yang digelar oleh House of Sampoerna Surabaya di kantor PMK Kota Surabaya, Selasa (17/9). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Teriknya matahari rupanya tidak melunturkan semangat masyarakat mengikuti tur tematik yang diselenggarakan oleh House of Sampoerna (HoS), Selasa (17/9). Dalam tur Si Jago Merah kali ini, trackers diajak mengunjungi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya. 

Antusiasme para pemadam kebakaran juga tidak kalah dengan semangat para trackers. Mereka menyambut hangat kedatangan 22 trackers yang kemudian memandu perjalanan mereka mendatangi tempat-tempat khusus yang ada di sana. Mereka juga memberikan informasi-informasi penting terkait tugas dan fungsi pemadam kebakaran. Tak ketinggalan, juga tips-tips khusus untuk menghindari terjadinya kebakaran. 

Komandan Tim Orong-orong PMK Surabaya Widagdo Endang Soeroso menuturkan, dalam kunjungan ini, masyarakat diajari bagaimana tugas pemadam kebakaran sekaligus agar masyarakat juga cepat tanggap jika terjadi bencana kebakaran. Mulai dari menunjukkan apa saja kelengkapan alat-alat pemadam kebakaran sebagai penunjang pemadam kebakaran dalam melakukan tugasnya. Hingga resiko yang akan dihadapi juga. "Terutama asap yang ditimbulkan, baik yang beracun maupun tidak. Agar masyarakat waspada," terangnya. 

Apalagi di musim kemarau seperti ini, lanjut Widagdo, potensi terjadinya kebakaran relatif lebih tinggi. Sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan masyarakat. "Meskipun nantinya mendekati musim hujan, tapi keteledoran masyarakat tetap perlu dicegah," ujarnya. 

Khusunya pada kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Seperti ketika memasak, kelistrikan, maupun keberadaan rumput alang-alang kering di sekitar rumah. 

Dinas Pemadam Kebakaran sendiri awalnya berada di pasar besar hingga tahun 1921, kemudian dilakukan pemindahan di Pasar Turi untuk menunjang modernisasi kota Surabaya. Sampai saat ini, gedung yang berada di Pasar Turi tetap tidak bergeser dari fungsinya. Tingginya tingkat mobilitas masyarakat kota dalam pekerjaan membutuhkan adanya satuan khusus untuk mencegah bahaya. Salah satunya adalah pencegahan bahaya kebakaran untuk menjaga aset-aset berharga. Maka pemerintah Hindia Belanda mendirikan sebuah institusi pemadam kebakaran yang disebut de Brandweer pada 4 September 1810, sekaligus menjadi institusi pemadam kebakaran pertama di Hindia Belanda. 

Manager House of Sampoerna Rani Anggraini menuturkan, program tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT) Si Jago Merah kali ini diikuti oleh keluarga. Rata-rata adalah ibu-ibu dan anaknya. Dengan demikian, pihaknya berharap masyarakat bisa belajar mengetahui cara mengantisipasi dan mengurangi resiko kebakaran serta mendalami sejarah Dinas Pemadam Kebakaran di kota Surabaya. (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia