Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Ditinggal Kerja, Eh Malah Kecantol Penjual Jamu Keliling

18 September 2019, 03: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Sebutan suami tak tahu diuntung agaknya pas dilayangkan kepada Donwori, 48. Tidak kerja, makan pun ikut istri, tapi masih bisa-bisanya ia selingkuh. Dengan wanita muda, penjual jamu keliling yang betah ngendon di rumahnya. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karin akhirnya memutuskan untuk menceraikan Donwori, karena kesal dengan sikap ngelamak suaminya itu. Sudah sakit-sakitan, kerja juga sudah tak mampu, eh ndilalah pakai acara selingkuh juga. 

Selingkuhan Donwori tak lain tak bukan adalah pedagang jamu, yang tiap hari mampir di depan rumahnya. Tentu saja perselingkuhannya berjalan lancar tanpa ia ketahui. Wong dilakukan saat pagi hari, saat Karin tidak di rumah karena  sedang bekerja.

Ketahuannya juga belakangan saja setelah ia dilapori oleh tetangganya sendiri, saat sama-sama sedang belanja sayur.  “Awalnya cuma nyindir-nyindir, Mbak. Gak khawatir ta ninggal suaminya di rumah sendirian? Kalau ada yang nyuri gimana? Awalnya tak tanggapi senyum, opo sih Mak Eni ki? Eh tibake iki alasane. Nyindir si mbak dodol jamu iki. Tibake sak kampung wis ngerti,” curhat Karin di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Kamis, pekan lalu.

Karin sendiri tak tahu banyak tentang siapa selingkuhan Donwori tersebut. Seperti, dari mana asal usulnya, janda apa masih perawang ting-ting, umurnya berapa, rumahnya mana. Ia tak tahu babar pisan. Desas-desusnya sih, si mbak penjual jamu ini adalah korban KDRT suami.

Tak pakai pertimbangan lama, tak perlu labrak melabrak. Ia hanya tanya pada Donwori sekali, dijawab iya, dia selingkuh. Oke, Karin langsung memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai saja.

Ia sudah kehabisan alasan untuk bertahan. Mau dipertahankan untuk apa juga? Apalagi suaminya tak tahu diri macam Donwori yang bisa-bisanya diopeni, tapi masih main perempuan. Duit tak ada juga. Ia juga tak habis pikir juga dengan si selingkuhannya itu. Apa juga yang bisa diharapkan dari laki-laki paruh baya yang ngangkat kursi saja sudah tak kuat, apalagi ngasih intan permata.

Padahal ya, kata Karin, sebenarnya, Karin juga  sudah berkali-kali ingin meminta cerai saja kepada Donwori. Dulu ia kesal setengah mati, sebelum sakitpun, penghasilan Donwori ala kadarnya, dibuat apa-apa kurang juga. Lah ketambahan beberapa terakhir sakitnya kumat.

Gara-gara Donwori sakit, ia yang awalnya ibu rumah tangga biasa harus bekerja seadanya untuk menghidupi keluarga. Namun keinginan itu akhirnya ia tahan. Karena ia kasihan melihat kondisi suaminya.

“Dulu pikirku, Mbak, halah yo wes lah, sing penting aku ono koncone omong nak omah. Cek gak lingak-linguk dewean. Gak opo masio gak kerjo. Eh lha kok ndilalah tibake ngelamak,” ujarnya kesal.

Masalah nantinya Donwori akan hidup sendiri atau diramut oleh bakul jamu genitnya itu, Karin tak mau ambil pusing. Cerai yo cerai, sudah tak peduli. Tak jadi urusan lagi. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia