Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Meriahkan HUT Jatim Ke-74, Dinkes Jatim Operasi 5000 Penderita Katarak

17 September 2019, 23: 52: 16 WIB | editor : Wijayanto

Kepala Dinkes Jatim Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An., KIC., KAP.

Kepala Dinkes Jatim Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An., KIC., KAP. (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Memeriahkan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-74, Dinas kesehatan Jawa Timur akan menyelenggarakan operasi katarak bertahap secara gratis di tiga daerah di Jawa Timur. Operasi ini akan dilakukan di rumah sakit provinsi di Jawa Timur, di antaranya di daerah Malang, Madiun dan Madura.  Total peserta operasi yang ditargetkan sebanyak 5000 orang dalam satu tahun ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Timur, Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An., KIC., KAP., menjelaskan, untuk mengawali, sebanyak 150 pasien katarak akan menjalani operasi di daerah masing-masing. Artinya, masing-masing daerah memiliki kuota 50 pasien. "Kita lebihi 10 (pasien) di masing-masing daerah untuk njagani pasien yang gagal operasi karena gula dan lain sebagainya. Jadi total 180 orang,” ujarnya, Selasa (17/9).

Kohar menyampaikan, meski operasi dilakukan di tiga rumah sakit, Dinkes Jatim tidak menutup akses bagi penderita katarak dari daerah lain untuk mendaftar. Nantinya, pasien di daerah sekitarnya bisa ditarik dan diobati di rumah sakit yang telah ditentukan.

Ilustrasi penderita katarak yang habis dioperasi.

Ilustrasi penderita katarak yang habis dioperasi. (DOK/JPNN)

Apalagi mengingat masa operasi yang panjang hingga satu tahun ke depan. Rencananya, operasi katarak gratis ini akan dilakukan setiap akhir pekan, agar tidak mengganggu operasional rumah sakit.

Pendaftaran operasi katarak gratis dapat dilakukan melalui dinas kesehatan setempat. Jika pasien mengalami keluhan, maka mereka bisa mendaftarkan diri ke puskesmas. Puskesmas yang akan melakukan pendataan dan kemudian akan diserahkan ke dinas kesehatan di kota masing-masing.

Operasi katarak gratis ini terbuka kepada semua masyarakat, baik yang memiliki BPJS maupun yang tidak memiliki BPJS. 

Untuk pelaksanaan operasi katarak gratis ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membentuk Komite Mata Daerah (Komatda) yang diketuai oleh Profesor Mohammad Nuh. Komatda ini selaras dengan program dari Komite Mata Nasional (Komatnas) di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Pusat. 

Kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh Dinkes Jatim ini sesuai dengan arahan dari Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan merupakan program Nawa Bhakti Satya untuk Jawa Timur Maju Sejahtera.

Diperkirakan, sejauh ini ada 4,4 persen dari penduduk di Jatim adalah penderita katarak. Diharapkan bakti sosial operasi katarak gratis ini akan membantu menurunkan angka penderita katarak di Jawa Timur.  

Untuk diketahui, katarak merupakan salah salah satu penyakit mata yang ditandai dengan mengeruhnya lensa mata. Sehingga membuat penglihatan kabur.

Katarak dikategorikan ke dalam tiga jenis. Yakni juvenile katarak atau katarak bawaan yang sudah diderita sejak kecil. Kemudian katarak karena usia, dan yang terakhir adalah katarak traumatika yang bisa jadi karena benturan dan yang penyebabnya disinyalir karena serapan sinar ultraviolet yang berlebihan pada mata.

Untuk itulah, Kohar mengingatkan kepada masyarakat agar melindungi mata dari sinar UV dengan menggunakan kaca mata anti UV. Apalagi jika bekerja di bawah paparan sinar UV dalam waktu yang lama.

“Meski (katarak) ini penyebabnya juga belum dipastikan ya. Juga kalau ngelas, jangan ndak pakai apa-apa, pakailah perlindungan mata juga,” tukasnya. (ism/jay)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia