Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dirawat Tiga Hari di RSUD dr Soetomo, Fuad Amin Tutup Usia

17 September 2019, 16: 26: 01 WIB | editor : Wijayanto

Dirawat Tiga Hari di RSUD dr Soetomo, Fuad Amin Tutup Usia

SURABAYA - Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron meninggal dunia pada usia 71 tahun di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Senin (16/9).

Kepala Lapas Kelas 1 Surabaya Tony Nainggolan mengatakan, terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang itu berpulang ke Rahmatullah pada pukul 16.12 WIB.

Fuad Amin telah divonis 13 tahun penjara dan seluruh hartanya yang mencapai Rp 250 miliar dirampas untuk negara. "Beliau sudah sakit lama. Sakitnya komplikasi jantung dan ginjal, tapi yang tahu persis kondisinya adalah dokter," kata Tony.

Menurut Tony, Fuad Amin baru tiga hari dirawat di Graha Amerta, RSUD dr Soetomo. "Sebelumnya beliau dirawat di RSUD Sidoardjo," ungkap Tony. "Pak Fuad itu warga binaan kami. Saya sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit," katanya.

Pantauan di RSUD dr Soetomo, sejumlah kolega sudah datang ke lantai enam tempat Fuad Amin dirawat. Awak media yang telanjur naik ke lantai enam  digiring turun ke lantai bawah. Anggota Polsek Gubeng juga terlihat berjaga di pintu masuk lobi utama Graha Amerta.

Sementara itu, Kadivpas Kanwil Kemenkumham Jatim Pargiyono mengatakan, sebelumnya Fuad Amin Imron sudah bolak-balik dirawat inap di rumah sakit. Fuad yang masuk ke Lapas Kelas I Surabaya di Porong dengan dengan pidana 13 tahun baru bisa bebas pada 9 Januari 2028.

Selama sekitar 10 bulan di lapas, Fuad Amin dirawat inap ke rumah sakit selama tujuh kali. Lima kali di RSUD Sidoarjo dan dua kali di RSUD dr Sutomo Surabaya. Pada rujukan terakhir ke RSUD Sidoarjo, 7 September, dia di opname di Ruang Anggrek GDH Lantai 3.

"Karena pertimbangan medis, pada tanggal 14 September 2019 dia dirujuk oleh RSUD Sidoarjo ke RSUD dr Soetomo," ujar Pargiyono.

Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu, siang kemarin, sekitar pukul 14.00, Kalapas Porong mendapat informasi dari petugas lapas yang berjaga di RSUD dr Soetomo, Fajar Kurniawan, bahwa Fuad Amin dalam kondisi kritis. "Menurut keterangan petugas kami, pukul 15.08, WBP mendadak henti jantung," terang Pargiyono.

Tim dokter lalu melakukan tindakan kompresi jantung untuk menstabilkan kondisi pasien. Pukul 16.00, tindakan berhasil dan jantung kembali normal. Namun, lima menit berselang terjadi henti jantung lagi dan dilakukan tindakan kompresi jantung. "Pukul 16.12 WBP dinyatakan meninggal oleh dokter," urainya.

Pargiyono menegaskan bahwa pihak lapas telah melakukan tindakan sesuai dengan prosedur yang ada. Dia pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Fuad Amin yang ditinggalkan. "Kami akan melakukan pengawalan hingga jenazah diserahterimakan kepada pihak keluarga," katanya. (son/rek)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia