Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Gerebek Tempat Kos Bekuk Satu Pengedar Sabu

17 September 2019, 16: 07: 51 WIB | editor : Wijayanto

BUDAK SABU: Tersangka Irvan Ziqni Edy dan barang bukti SS yang diamankan polisi.

BUDAK SABU: Tersangka Irvan Ziqni Edy dan barang bukti SS yang diamankan polisi. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Tempat kos sepertinya menjadi favorit pengedar sabu-sabu (SS) bersembunyi dari kejaran polisi. Satu lagi, Irvan Ziqni Edy, 21, warga Jalan Rungkut Tengah V, Gunung Anyar, indekos di Jalan Kedung Asem ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Tersangka ditangkap di dalam kosnya dan ditemukan tiga poket SS serta timbangan elektrik, dan beberapa bendel plastik klip kosong. Total, polisi menyita 1,32 gram SS yang ditimbang beserta bungkusnya.

Penangkapan tersangka ini berawal ketika, Unit I Satresnarkoba Polrestabes Surabay mendapat informasi adanya seseorang yang melakukan transaksi SS di wilayah Jalan Kedung Asem. Penyelidikan dilakukan ternyata transaksi tersebut sudha berakhir dan tersangka yang dimaksud sudah masuk ke dalam tempat kosnya.

Mendapat informasi tersebut polisi langsung menuju ke tempat kos tersangka. “Kami gerebek saat itu karena informasinya ia sudah masuk ke kamar kos,” ujar Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian.

Dalam penggerebekan tersebut, p[olisi menangkaptersangka yang saat itu sedang beristirahat usai transaksi. Penggeledahan dilakukan di semua titik kamar kos tersangka ini. Benar saja, tersangka ternya menyimpan tiga bungkus SS.

Satu ungkus SS dengan berat 1,84 gram berada di kamarnya. Sementara dua bungkus yang lain disimpan di dalam bungkus rokok bekas yang dibawa oleh tersangka. “Kami juga temukan timbangan elektrik serta plastik klip kosong untuk wadah SS,” terangnya.

Polisi masih mengembangkan kasus ini. Dari keterangan tersangka ia memang hendak  mengedarkan sabu-sabu yang sudah dibawanya di dalam bungkus rokok bekas. Ia biasanya langsung menyerahkan SS yang sudah dibawanya tersebut jika ada pelanggan yang membeli.

Jika habis, tersangka menimbang lagi menjadi kemasan poket siap jual. “Pengakuannya dijual di sekitar lokasi tempat kosnya. Kebanyakan pembelinya dewasa,” ungkapnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia