Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jamaah Haji Kloter Terakhir Tiba, Musnahkan Jamu dan Obat

16 September 2019, 18: 02: 20 WIB | editor : Wijayanto

DIBAKAR: Sejumlah petugas Kemenag Jatim memusnahkan barang-barang siataan dari jamaah haji.

DIBAKAR: Sejumlah petugas Kemenag Jatim memusnahkan barang-barang siataan dari jamaah haji. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kepulangan jamaah haji Kloter 85 Debarkasi Surabaya menjadi akhir dari pelaksanaan ibadah haji tahun 2019. Jamaah haji Kloter 85 yang berasal dari Sidoarjo dan Pamekasan itu tiba di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Minggu (15/9) pukul 10.00.

Total jamaah haji kloter terakhir ini 383 orang. Mereka disambut Plt Kemenag Kakanwil Jatim Moh Amin Mahfud, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemprov Jatim Hudiono, dan Sekretaris PPIH Surabaya Jamal. Total jamaah haji yang kembali ke tanah air lewat PPIH Surabaya 37.991 orang. Sedangkan total yang berangkat ke Tanah Suci 38.066 orang.

Plt Kemenag Kakanwil Jatim Mohammad Amin Mahfud mengatakan, masih ada delapan orang yang masih tertahan di Arab Saudi lantaran sakit. Sedangkan 69 haji lainnya wafat di Tanah Suci. "Jamaah yang masih tertinggal di Tanah Suci karena sakit harus menunggu kondisi kesehatan hingga layak terbang ke Tanah Air," katanya. 

Pihak kemenag akan membentuk tim untuk menunggu dan mengantarkan kepulangan jamaah haji yang tersisa. "Kita doakan semoga mereka bisa segara pulang. Biasanya tidak sampai sebulan. Tapi itu semua tergantung kondisi kesehatan delapan haji tersebut," terangnya.

Amin menambahkan, jamaah haji yang meninggal di Tanah Suci tahun 2019 ini turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 70 orang. Ini karena tes kesehatan lebih selektif. Para calon haji setahun sebelum pemberangkatan juga sudah mengikuti tes kesehatan di daerahnya masing-masing.

MUSNAHKAN BARANG SITAAN: Kabiro Administrasi Kesejahteraan Sosial Jatim, Hudiyono (tegah) bersama pejabat Kemenang Jatim, memusnahkan barang-barang yang disita dari jamaah haji di halaman Asrama Haji

MUSNAHKAN BARANG SITAAN: Kabiro Administrasi Kesejahteraan Sosial Jatim, Hudiyono (tegah) bersama pejabat Kemenang Jatim, memusnahkan barang-barang yang disita dari jamaah haji di halaman Asrama Haji (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemprov Jatim Hudiono mengatakan, pelaksanaan ibadah haji tahun 2019 berjalan lancar. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menurut dia, mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas PPIH Surabaya. Sebab, pelaksanaan ibadah haji tahun ini lebih baik daripada tahun lalu. "Delapan orang yang tertinggal di Tanah Suci kita harapkan segera pulang," ucapnya.
 
Di tengah kepulangan jamaah haji kloter terakhir, PPIH Surabaya memusnahkan ribuan obat dan jamu yang disita dari jamaah. Barang sitaan ini merupakan akumulasi dari kloter pertama pada 5 Juli hingga kloter terakhir pada 6 Agustus lalu. "Kita sudah musnahkan jamu dan obatnya. Sisanya akan kami musnahkan lagi. Kalau rokok akan dilelang dan hasilnya diserahkan ke yayasan sosial," katanya.

Saat ditanya jumlah jamu dan obat yang disita, Jamal mengaku tak punya data secara detail. Begitu juga jumlah rokok yang disita oleh petugas PPIH Surabaya. Padahal rokok, jamu, dan obat-obatan itu sudah disita sebulan lalu.

"Tentunya kami akan transparan berapa jumlah rokoknya. Saat ini kami belum dapat rincian pastinya. Nantinya rokok tersebut akan kami lelang. Dan, ke mana uang akan dihibahkan, kami akan rapatkan di pleno," katanya.

Kabid Pemberangkatan dan Pemulangan Haji PPIH Surabaya Sutarno pun mengaku tak punya data jumlah rokok secara detail. "Pokoknya, ada rokoknya kok," katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia