Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Larang Truk Sampah Bak Terbuka Melintas di Jalan

16 September 2019, 17: 59: 21 WIB | editor : Wijayanto

Kabid Kebersihan DKRTH Surabaya Agus Hebi Djanuantoro

Kabid Kebersihan DKRTH Surabaya Agus Hebi Djanuantoro (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya bakal melarang truk-truk sampah bak terbuka milik swasta melintas di jalan raya Kota Surabaya. Kabid Kebersihan DKRTH Surabaya Agus Hebi Djanuantoro mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan swasta terkait larangan menggunakan truk pengangkut sampah bak terbuka.

"Kami sosialiasi ke manajemen mal, hotel, rumah sakit, pasar, maupun perusahaan lain agar tidak membuang sampah dengan menggunakan truk sampah terbuka. Kami wajibkan menggunakan penutup agar tidak menggangu pengguna jalan," kata Agus Hebi Djanuantoro.

Menurut dia, saat ini banyak truk sampah terbuka melintas di jalan raya. Ini jelas mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan. Bukan saja bau sampah yang tidak sedap, pengendara yang berada di dekat truk-truk itu pun terancam kecelakaan.

"Kalau pengendara sepeda motor atau mobil berada di belakang truk, tiba-tiba sampah jatuh, terus pengendara berusaha menghindar, kemudian terjatuh, apa tidak bahaya?" katanya.

Agus menegaskan, pihak swasta seharusnya mempunyai truk sampah khusus. Yakni truk compactor, dump truck, amrol, yang kedap bau dan tidak menyembakan sampah jatuh berserakan. Hanya saja, truk sampah khusus itu membutuhkan biaya yang sangat besar. "Mungkin ini yang memberatkan bagi swasta. Tapi bisa dilakukan patungan," tuturnya.

Sejauh ini belum ada atur tentang penutupan truk pengangkut sampah di Surabaya. Karena itu, Agus berharap segera ada peraturan yang tegas dan jelas untuk truk pengangkut sampah agar tertutup. Entah itu peraturan wali kota atau perda yang menegaskan larangan menggunakan truk bak terbuka.

Menurut Agus, selama ini DKRT juga melakukan penilangan terhadap truk-truk sampah bak terbuka.  Setiap hari ada sekitar 1.300 sampai 1.500 ton smapah yang diangkut dari semua TPS ke TPA di Benowo. "Kalau sampahnya berceceran sampai ke jalan, kami denda minimal Rp 75 ribu," pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia