Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Berdalih Tak Kerasan, Asisten Rumah Tangga Gondol Harta Majikan

16 September 2019, 17: 18: 57 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Tersangka LEY menunjukkan barang bukti sepatu dan laptop yang diambil dari rumah majikannya.

DIAMANKAN: Tersangka LEY menunjukkan barang bukti sepatu dan laptop yang diambil dari rumah majikannya. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Di usianya yang masih belia, LEY, 16, terpaksa berurusan dengan polisi. Asisten rumah tangga (ART) asal Dusun Kejoren, RT 02 RW 12, Gerbo, Purwodadi, Pasuruan, itu ditangkap setelah terbukti mencuri laptop merek Asus, sepatu Nike dan sepeda angin milik majikannya sendiri, Erwin Leonard, 41, warga Perum Sakura Regency Blok F nomor 10, Gayungan, Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Gayungan Ipda Hedjen Oktianto mengatakan, aksi pencurian tersebut dilakukan pelaku, Senin (26/8) lalu. Pelaku adalah pembantu baru korban yang tinggal serumah.Pencurian tersebut dilakukan pelaku saat korban tidur terlelap.

Sukses mengambil barang korban, pelaku kabur dari rumah sekitar pukul 03.00. Ia menaiki sepeda angin majikannya menuju ke Terminal Purabaya (Bungurasih). Namun sesampainya di jalanan sekitar terminal, sepeda angin itu ditinggal begitu saja. Pelaku melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya menaiki bus antar kota.

Sementara itu, korban baru sadar jika laptop, sepatu dan sepedanya amblas pada keesokan harinya. Setelah dicek, ternyata pelaku sudah tidak ada di rumah. Dari rekaman Closed Circuid Television (CCTV) ternyata benar pelaku pencurian adalah pembantunya sendiri.

"Korban melapor, kemudian kami lakukan lidik dan pengejaran. Akhirnya tersangka ditangkap Sabtu (14/9) di Jalan Raya Nongko Jajar, Purwodadi, Pasuruan," kata Hedjen, Senin (16/8). 

Ia menambahkan, dari hasil penangkapan ditemukan barang bukti sepatu Nike milik korban. Sepatu tersebut masih dipakai pelaku. Sedangkan laptop Asus beserta tasnya juga belum dijual. Barang elektronik tersebut ditemukan di rumah tersangka. "Untuk sepeda anginnya ditinggal begitu saja di pinggir jalan," sebutnya.

Saat diinterogasi, tersangka mengaku nekat mencuri karena tidak betah bekerja di rumah korban. "Motifnya tidak kerasan (betah), lalu meninggalkan rumah pelapor spontan sambil membawa barang-barang yang saat itu terlihat oleh pelaku," tegasnya.

Atas kasus tersebut, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun kurungan penjara. (rus)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia