Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Mantan Ketua PKB Daftar Calon Wawali ke PDIP

16 September 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

AJAK KOALISI: Mantan Ketua DPC PKB Kota Surabaya, Achmad Wahyudin, saat menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon wawali Surabaya ke PDIP.

AJAK KOALISI: Mantan Ketua DPC PKB Kota Surabaya, Achmad Wahyudin, saat menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon wawali Surabaya ke PDIP. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Mantan Ketua DPC PKB Kota Surabaya, Achmad Wahyudin, mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil walikota (balon wawali) Surabaya melalui proses penjaringan di PDIP. Kedatangan pria yang akrab disapa Haji Udin di Kantor DPD PDIP Jatim ini untuk mengembalikan formulir pendaftaran balon wawali Surabaya. Kedatangannya  tersebut menjelang penutupan proses penjaringan yang ditutup pada Sabtu (15/9) pukul 24.00.

Menurut Haji Udin, ada kemungkinan PDIP dan PKB akan berkoalisi dalam Pilwali Surabaya tahun 2020 mendatang. Hal itu disampaikannya secara tersirat. "Saya sudah komunikasi dengan PKB. Insya Allah nanti (PDIP) akan bersama-sama dengan PKB," katanya.

Haji Udin mengaku sudah berkomunikasi dengan pengurus PKB sehingga dirinya berani untuk mengambil sikap dengan mendaftar menjadi bakal calon wakil wali kota Surabaya. “Tidak ada persoalan untuk mendaftar melalui PDIP, saya sudah ada komunikasi dengan pengurus PKB,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa dirinya tidak gentar untuk bersaing dalam Pilwali 2020. "Saya menyebutnya Haji Udin is back," imbuhnya berkelakar.

Mengenai program kerja jika mendapat rekom dari PDIP, Haji Udin mengatakan bakal mempertahankan program baik yang sudah dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Diakui, faktor Risma sangat penting dan tidak bisa diabaikan.

Bahkan ia menyebut sepuluh tahun kepemimpinan Risma di Kota Pahlawan, banyak keberhasilan yang sudah dicapai. "Sepuluh tahun Bu Risma di Surabaya, semua mengakui keberhasilannya," paparnya.

Namun ia menjelaskan teringat dengan pesan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mantan Ketua PBNU itu pernah sering mengatakan agar mempertahankan apa yang sudah baik. "Gus Dur dulu sering kali membawakan pesan pertahankan yang sudah baik. Jadi yang sudah baik dari Bu Risma akan dipertahankan dan melakukan perbaikan lebih baik lagi," katanya.

Nama Wahyuddin selama ini memang lekat dengan PKB. Selain pernah menjabat ketua DPC PKB Surabaya, ia pernah menjadi anggota DPRD Surabaya dan DPRD Jatim yang berangkat dari PKB. Bahkan ia adalah mantan calon wakil wali kota (cawawali) tahun 2005 yang bergandengan dengan Alisjahbana, juga melalui PKB.

Tetapi namanya tenggelam setelah ia tidak lagi jadi ketua DPC PKB dan sudah tidak menjadi anggota DPRD Surabaya. Ia sekarang lebih menekuni profesi sebagai pengusaha dan dosen. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia