Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Tambah 20 Lampu TL Penyeberang di Sekolah dan Tempat Ibadah

16 September 2019, 00: 23: 27 WIB | editor : Wijayanto

AKAN DITAMBAH: Warga menggunakan fasilitas pedestrian cross traffic light (PCTL) yang terpasang di Jalan Embong Malang, Surabaya, Minggu (15/9).

AKAN DITAMBAH: Warga menggunakan fasilitas pedestrian cross traffic light (PCTL) yang terpasang di Jalan Embong Malang, Surabaya, Minggu (15/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Zebra cross selama ini merupakan tempat untuk pejalan kaki menyeberang jalan. Namun, kurang lengkap jika pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan tanpa menggunakan alat bantu seperti pedestrian crossing traffic light (PCTL) atau lampu lalin khusus penyeberang jalan. Sebab, pejalan kaki sering mendapatkan perlakuan yang tak layak dari pengguna jalan lain terutama pengendara kendaraan bermotor. Sehingga menyebabkan pejalan kaki “terancam” saat menyeberang.

Hal inilah yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya yang akan menambah jumlah PCTL di Kota Surabaya bagi para pejalan kaki. Kasi Penyediaan Prasarana Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya Prasetyo Prambayanto mengatakan bahwa saat ini ada 185 PCTL di Surabaya yang sudah terpasang. Pihaknya akan menambah PCTL lagi. “Kami rencana akan menambah 15-20 PCTL yang nantinya disebar di jalan-jalan di Surabaya,” katanya.

Penambahan PCTL, menurut Prasetyo, akan dipusatkan di jalanan yang berdekatan dengan sekolahan dan rumah ibadah. “Penambahan tersebut juga berdasarkan surat dari masyarakat yang kami terima dan usul dari musrenbang. Rata-rata yang akan dipasang di dekat sekolahan dan rumah ibadah,” terangnya.

Untuk memasang PCTL tersebut, Prasetyo mengatakan harus berdasarkan persetujuan dari warga dan survey yang dilakukan oleh pihak Dishub. “Kami melihatnya dari tingkat aktivitas penyeberang. Kemudian geometrik jalan atau median jalan (lebar jalan) dan juga dilihat dari tingkat tingginya angka kecelakaan,” tuturnya.

Prasetyo berharap ketika dipasang PCTL maka pengguna jalan lain seperti kendaraan bermotor bisa lebih bijak menghargai pejalan kaki. Ini untuk menekan angka kematian bagi pejalan kaki saat menyeberang jalan.

”PCTL ini hanya sebagai alat bagi penyeberang jalan, kami harap nanti pengguna jalan ini harus bisa menghargai pejalan kaki. Jadi kalau penyeberangnya belum menepi di pinggir jalan, ya jangan lewat dulu. Tunggu sampai ada rambu warna hijau untuk jalan,” katanya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia