Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Horee, Pemkot Surabaya Buka 987 Lowongan CPNS pada Oktober 2019

15 September 2019, 13: 22: 29 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Pemkot Surabaya akan membuka 987 formasi CPNS dalam Seleksi CPNS yang akan digelar pada Oktober 2019 mendatang.

Kepala BKD Kota Surabaya, Mia Santi Dewi mengatakan, saat ini formasi CPNS tersebut masih diusulkan ke pusat. Dirinya berharap dapat mendapatkan persetujuan dari pusat.

"Apakah nanti disetujui semua atau tidak, kami belum tahu. Saya berharap disetujui karena formasi CPNS ini menjadi kebutuhan pegawai saat ini," katanya.

Mia menjelaskan bahwa jumlah 987 formasi itu tak hanya untuk CPNS, tetapi juga lowongan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau pegawai kontrak.

Dari 987 formasi yang diusulkan tersebut, sebagian besar adalah lowongan guru dan tenaga kependidikan. “Rinciannya, tenaga kesehatan sebanyak 241 orang, tenaga pendidikan sebanyak 583 orang, dan tenaga teknis sebanyak 163 orang," katanya.

Seperti tahun lalu, akan ada tahapan umum pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN). Semua melalui online. Pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi di situs http://sscn.bkn.go.id.

Dalam tes cpns nanti, Mia menegaskan tidak ada satu pun yang bisa menitipkan pelamar CPNS karena tes dengan sistem komputer CAT dan dijaga sangat ketat. Sehingga nilai akan diumumkan secara transparan.

“Kami tegaskan tidak ada titipan-titipan untuk melamar CPNS di Pemkot Surabaya, dan juga kami berharap masyarakat mewaspadai modus penipuan berkedok menjanjikan lulus atau diterima jadi CPNS,” tegasnya.

Selain berkesempatan menjadi "PNS kontrak", mereka juga bisa mendaftar menjadi PNS murni. Semua diserahkan kepada K2. Namun ditegaskan bahwa tidak ada kebijakan mengangkat langsung honorer yang bekerja di kantor pemda itu menjadi PNS.

Kepastian rekrutmen CPNS bareng P3K di Surabaya ini disambut antusias pegawai honorer di Pemkot Surabaya. Mereka akan memanfaatkan kesempatan menjadi pegawai kontrak tersebut.

Hal ini diungkapkan Mardiyanto, salah satu honorer di Pemkot Surabaya. Menurutnya, honorer di Surabaya saat ini kebanyakan adalah honorer K2 (kategori 2). Mereka adalah sisa K2 yang kemarin gagal mengikuti tes CPNS tapi pekerja di pemkot.

Tahun ini mereka masih berkesempatan untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). "Selama ini GTT di Surabaya yang bekerja di lingkungan Pemkot bergaji UMK. Sebenarnya sudah lumayan. Tapi kalau ada P3K yang lebih menjanjikan tentu tidak ada salahnya dicoba," ungkap guru SMP tersebut.

Mardiyanto menambahkan bahwa para honorer tersebut sebelumnya harus mengajukan lamaran seperti halnya rekrutmen CPNS. Hanya saja, pendaftar dari K2 ini tak dibatasi usia seperti CPNS harus maksimal 35 tahun. Batasan usia adalah 1 tahun sebelum masa pensiun.

"Misalnya kalau guru batas bekerja mereka 60 tahun, saat masih usia 59 tahun boleh mendaftar. Total jumlah K2 di Pemkot Surabaya baik guru maupun non guru diperkirakan masih di kisaran angka seribuan,” tegasnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia