Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Istri Tak Bersyukur, Suami Dipaksa Jadi Pengepul Rongsokan

14 September 2019, 13: 29: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Putus asa dengan keadaan ekonomi rumah tangganya, Karin, 36, memaksa Donwori, 43, alih profesi. Dari buruh bangunan menjadi pengepul rongsokan.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Perceraian pasangan Karin dan Donwori ini jelas dipicu oleh masalah ekonomi. Di tengah kesulitan memperoleh lapangan pekerjaan, Donwori memanfaatkan skill seadanya. Bekerja sebagai buruh bangunan. 

Sayang, diusahakan begitu, Karin tetap tidak terima. Setiap hari, ia mengeluh dan mengeluh. Mengatakan bahwa uang yang Donwori berikan tak bisa untuk mencukupi hidup empat orang. "Syukur-syukur aku gelem kerjo, pancet dipaido ae," keluh Donwori sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pertengahan pekan lalu. 

Selain gak neriman, Karin juga tak sopan. Seringkali, bukannya menerima dengan bahagia, Karin malah ngamuk-ngamuk setelah mendapatkan jatah bulanan. Alasannya, semakin melihat bentuk nyata jatah yang  diterima, Karin semakin bingung membagi untuk macam-macam kebutuhan. 

Kata Donwori, tak terhitung lagi ia berdebat dengan Karin karena masalah uang. Bahkan yang terakhir, Karin sampai memaksa Donwori alih profesi. Tak tanggung- tanggung, profesi yang ditawarkan Karin cukup menantang. Yakni pengepul barang bekas atau rongsokan. Kasarannya, Donwori ditodong jadi pemulung. 

Entah Karin saat itu terinspirasi dari mana. Ya meskipun sama-sama halal, pekerjaan pemulung terlalu memalukan buat Donwori. Apalagi usia Donwori tak terlalu tua. Meski di jalan kemungkinan bertemu dengan kenalan sangat kecil, tetap saja ia malu. 

Kalau dari penuturan Karin, yang katanya pernah berbincang dengan pengepul sampah, gaji mereka tak main-main. Malah katanya bisa dua atau tiga kali gaji Donwori. Plus bonus lagi kalau ketemu orang kaya  dermawan yang ngasih uang karena iba. 

Usulan gila Karin ini, jelas ditolak mentah-mentah olehnya. Mau dikemanakan mukanya kalau harus manut usulan gendeng istrinya. Kayak gak ada pekerjaan lain saja, katanya sinis. Ya kalau mau cari tambah-tambahan, kenapa gak Karin saja yang mulung. Coba, pasti dia juga malu. Wong meski rezeki seret saja dia kemayu. 

Penolakan Donwori ini, rupanya memicu kemarahan Karin. Semakin hari Karin semakin menyebalkan. Diajak bicara gak nyaut, melihat Donwori sudah macam musuh bebuyutan. Bahkan Karin juga mulai abai dengan pekerjaannya. 

Terakhir, Karin pamit mau bercerai. Katanya sudah ketemu yang lebih rajin dan mapan. Karena dongkol setengah mati, Donwori mengiyakan ajakan cerai istrinya. "Suwe-suwe kok semremet aku. Tiwas aku pada akhirnya melbu penjara krono nyampluk lambene, lebih baik cukup semene ae," pungkas Donwori. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia