Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Wadul ke DPRD Gresik Minta Solusi

Dua Kapal Berselisih, Wisman Malaysia-Singapura Terdampar di Bawean

14 September 2019, 12: 57: 12 WIB | editor : Wijayanto

Kunjungi Bawean, Wisman Singapura Rugi Ratusan Juta Akibat Perselisihan Blue Sea Jet dan Ekspress Bahari

Kunjungi Bawean, Wisman Singapura Rugi Ratusan Juta Akibat Perselisihan Blue Sea Jet dan Ekspress Bahari (ISTIMEWA)

Share this      

BAWEAN – Pariwisata Pulau Bawean kembali tercoreng. Ini setelah puluhan wisatawan asing asal Malaysia dan Singapura menyampaikan keluhan tidak bisa balik ke negaranya lantaran kapal yang hendak mereka tumpangi dilarang berlayar. Penyebabnya, karena ada perselisihan bisnis antar dua kapal yang melayani pelayaran Gresik-Bawean.

Akibat lumpuhnya transportasi tersebut membuat mereka harus merugi hingga ratusan juta rupiah. Sebab, tiket pesawat yang telah mereka pesan hangus.

Salah satu wisawatan asal Singapura Azroy Manaf mengatakan rombongannya sudah satu minggu berada di Bawean. Setelah melakukan serangkaian kegiatan sosial, rombongan  dijadwalkan kembali kenegaranya dari Bandara Juanda pada Kamis sore (12/9).

“Tapi saat kami hendak berangkat dari Pelabuhan Bawean pada Kamis pagi, ternyata tidak ada kapal yang berlayar. Alasan KSOP karena cuaca buruk dan ombak di atas 2 meter,” ujarnya.

Terkait alasan tersebut pihaknya bisa memahami. Karena untuk menjaga keamanan penumpang. Meskipun tiket pesawat yang dipesan untuk keberangkatan Kamis siang sudah hangus. Kemudian, pihaknya bersama rombongan memutuskan untuk kembali menginap di Hotel Bawean.

Pada Kamis petang, rombongan kembali memperoleh informasi jika KM Bahari bisa berlayar pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00. Sebab, gelombang sudah berada di bawah 2 meter. Mendapat informasi ini, pihaknya kembali memesan tiket pesawat untuk yang kedua kalinya. “Kami memesan tiket untuk penerbangan Jumat pukul 18.00,” ungkap dia.

Lalu setelah tiba di pelabuhan, dia baru mendapatkan kabar jika kapal Bahari Ekspres tak diizinkan berangkat pada jam tersebut. Namun kali ini bukan alasan cuaca buruk, melainkan persaingan bisnis antar pemilik kapal.

"Sebab ada dua kapal yakni Bahari dan Blue Jet. Bahari dilarang berangkat karena tak ingin Blue Jet rugi. Sebab jika Bahari berangkat jam segitu secara tak langsung penumpang akan naik kapal Bahari semua," terangnya.

Kapal Bahari boleh berangkat oleh KSOP, namun di atas jam 08.00. Alasan ini membuat Azroy dan rombongan kecewa. Dia merasa menjadi korban pihak terkait.

Kekesalan Azroy sempat ia viralkan di facebook hingga mendapatkan perhatian dari anggota DPRD Kabuten Gresik, Musa dan Dinas Perhubungan Gresik. Politisi Nasdem itu pun mendatangi KSOP untuk mengetahui duduk perkaranya.

"Setelah melakukan pertemuan, disepakati kami bisa berlayar ke Gresik pada jam 13.30," terangnya.

Meski demikian, keberangakatan itu juga membuat tiket pesawat juga hangus untuk yang kedua kalinya. Sebab dari Bawean ke Gresik butuh waktu sekitar 3 jam. Belum lagi perjalanan ke Juanda. Tiket yang dipesan pukul 18.00 pun dipastikan hangus. "Waktunya tak mungkin cukup. Untuk itu kami harus bermalam di Surabaya," ujarnya.

Kejadian ini menurut Azroy membuat rombongannya rugi. Selain harus memesan tiket pesawat dua kali, biaya hidup dan menginap juga bertambah. Kalau ditotal sekitar 16 ribu dollar atau Rp 160 juta.

"Ini tentunya merugikan. Ke depan peristiwa yang sama semoga tak terulang. Sebab kami rutin datang kemari," terangnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Gresik Musa mengatakan masalah ini muncul karena persilihan dua kapal yang mengajukan jadwal maju. Untuk itu,ke depan pihaknya akan membuat komitmen bersama. Komitmen itu melibatkan operator imigrasi dan KSOP sendiri untuk menentukan jadwal reguler kapal itu.

"Itu yang akan kami dorong sehingga tak ada yang dirugikan, mulai pemilik kapal dan masyarakat juga," ungkapnya.

Terpisah Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik Kusnadi belum bisa dikonfirmasi. Nomor telpon terdapat nada sambung namun tak diangkat, dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp juga tak direspon.

Terpisah, Kabid Agkutan Dishub Gresik Roni Vincenious Soebantoro mengatakan terkait perselsihan itu, pihaknya sudah memanggil tiga operator, Blue Sea Jet, Natuna Ekspres, dan Bahari Ekspres. Dari pertemuan itu, pihaknya sepakat untuk menambah jadwal pelayaran insidentil. Maksdunya jadwal pelayaran yang diluar dari jadwal yang sudah ditetapkan. "Namun hanya dua operator saja yang mau menambah jadwal yakni Bahari dan Natuna saja," ujarnya. (yua/rof)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia