Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Investasi Gresik Terganjal Sistem Perizinan Online Single Submission

14 September 2019, 12: 40: 09 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

GRESIK - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik mendesak Pemkab Gresik untuk optimalisasi sistem perizinan investasi Online Single Submission (OSS). Hal itu karena OSS masih belum sinkron karena menjadi hambatan investor.

Wakil Ketua Apindo Gresik, Tri Andhi Suprihartono mengatakan, kendala dalam implementasi perizinan online atau OSS karena sistem perizinan antara pusat dengan daerah belum terkoneksi.

“Belum terkoneksinya karena internetnya atau pemahamannya soal OSS. Atau mungkin ada aturan teknis yang seharusnya keluar tapi belum keluar,” ujarnya.

Dikatakannya, di wilayah Gresik ada beberapa wilayah yang belum memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) investor cukup kesulitan untuk masuk dan berinvestasi di daerah tersebut.

“RDTR implementasinya diperbaiki. Misalnya, selama ini prosesnya di kantor pusat, harusnya cukup di kabupaten. Itu akan mendorong investasi bukan hanya dari swasta, namun pemerintah,” imbuhnya.

Kendala lain yang masih menjadi hambatan sektor industri adalah upah sektoral. Termasuk soal hambatan impor bahan baku yang diolah menjadi produk berorientasi ekspor. Selama ini banyak dikeluhkan oleh pengusaha.

“Banyak yang harus dibenahi, tergantung industrinya, misalnya itu furnitur ya ada aturan soal SVLK, ada aturan impor bakan baku dan lain sebagainya,” tandasnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi Gresik, Abdurrahman Fariz  mengatakan, sektor industri merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi di Gresik. Sejauh ini industri telah berkontribusi hampir 40 terhadap perekonomian di Gresik.

"Gresik sudah memproklamirkan diri untuk menjadi daerah industri. Prioritas tahun ini yang menjadi perhatian dalam menggenjot sektor ini, yakni masalah perizinan usaha,” kata dia. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia