Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Bang Jek, Predator Anak dari Tulungagung Ini Gauli 19 Bocah Laki-laki

14 September 2019, 08: 39: 51 WIB | editor : Wijayanto

PREDATOR: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur yang berhasil diamankan di Polda Jatim.

PREDATOR: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur yang berhasil diamankan di Polda Jatim. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kelakuan Muhajir Sidik, 42, alias Bang Jek sungguh kelewatan. Selama 11 tahun, pria asal Srikaton, Ngantru, Tulungagung itu mencabuli 19 lelaki di bawah umur anak tetangganya sendiri.
Mirisnya, selain mencabuli dengan meraba-raba dan mengoral kemaluan korban, pelaku yang bekerja sebagai pengepul barang bekas itu juga tega menyodomi beberapa korbannya.
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Festo Ari Permana mengatakan, kedok tersangka terbongkar setelah dua korban buka suara ke orangtuanya. 
Tak terima terhadap perbuatan bejat pelaku, orangtua korban melapor ke Unit Perlindungan Anak Polres Tulungagung. Salah satu orangtua korban lain juga melapor ke Polda Jatim, Selasa (10/9) lalu. Kemudian polisi bergerak cepat menangkap pelaku di rumahnya Selasa malam, saat menunggu salah satu korban.
"Tersangka mencabuli anak di bawah umur sejak tahun 2008. Modusnya memberikan iming-iming uang Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu ke korban," ujar Festo di Mapolda Jatim. 
Ditambahkan Festo, tercatat kurang lebih ada 19 orang anak di bawah umur yang menjadi korban pencabulan. Tersangka yang belum menikah itu melancarkan aksi tak senonoh itu di rumahnya. "Rata-rata korban berumur 14 tahun. Bahkan ada yang dicabuli sampai umur 19 tahun," jelasnya. 

Para korban paling banyak berasal dari sekitar rumah pelaku di Ngantru, Tulungagung. Namun, lanjut Festo, juga ada korban dari Kediri dan Blitar. 
Sementara itu, tersangka Muhajir Sidik mengaku dirinya memiliki kelainan dan baru puas setelah berhubungan dengan sesama jenis yang kebetulan masih di bawah umur.
"Saya kelainan. Saya tertarik dan merasa sayang saja melihat mereka," ujarnya sambil menunduk saat dirilis di depan para wartawan. Diakui tersangka, saat melakukan hubungan tak lazim itu, ia mengaku sebagai perempuannya. "Ada beberapa yang saya gauli terus," lanjutnya. 

Kepada wartawan, tersangka mengaku menyesal dan ingin berhenti dari kebiasaannya yang nyeleneh dan merusak masa depan anak-anak itu. 
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 jo UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Ancaman hukumannya minimal tiga tahun kurungan penjara, dan maksimal 15 tahun. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia