Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Aliran Air Normal, PDAM Janjikan Kompensasi ke Pelanggan

12 September 2019, 16: 49: 25 WIB | editor : Wijayanto

DIKEBUT: Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek alun-alun di Jalan Yos Sudarso, Surabaya.

DIKEBUT: Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek alun-alun di Jalan Yos Sudarso, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Direktur Utama PDAM Surya Sembada Mujiaman Sukirno memastikan pasokan air yang sempat mampet selama empat hari sudah normal kembali. Dia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika masih ada keluhan terkait air PDAM yang tidak mengalir.

"Kami berkomitmen, apa yang terjadi beberapa waktu lalu adalah kejadian yang pertama dan terakhir. PDAM akan menjaga kelestarian air di Surabaya. Kalau masih ada keluhan, monggo lapor ke kami. Pasti kami layani," katanya.

Mujiaman juga meminta maaf kepada ribuan pelanggan PDAM atas kejadian ini. Manajemen PDAM berencana memberikan kompensasi kepada pelanggan. "Tapi ini masih kita pikirkan dan kita konsultasikan dulu," ujarnya.

Mujiaman menambahkan, pihaknya akan melakukan penyambungan pipa tanpa pengelasan. Hal tersebut memiliki risiko yang tinggi. "Jadi, modelnya nanti plug and play. Kalaupun memang dibutuhkan pengelasan, maka harus dilas di atas permukaan, bukan di bawah tanah. Selain itu, peta utilitas harus digunakan dengan baik. Kita pastikan sebelum pipa ini ditutup harus terlindungi dengan baik," paparnya.

Sebelumnya air PDAM di Surabaya tidak mengalir di sejumlah kawasan karena adanya pemotongan pipa utama PDAM di area galian pembuatan basement Alun-Alun Suroboyo, Jalan Yos Sudarso. Aliran air terhambat karena pemasangan pipa utama. Sebab, saat para pekerja akan melakukan penyambungan pipa, ternyata ditemukan pipa salah satu operator telekomunikasi.

Pipanya tidak bisa langsung diletakkan melainkan harus dipotong dulu, lalu dilewatkan bawah karena masih adanya instalasi. Perusahaan telekomunikasi tersebut belum siap untuk membongkar pipa instalasi itu. Karena jika pipa jaringan telekomunikasi ini terputus bisa menyebabkan putusnya jaringan komunikasi se-Kota Surabaya.

Karena itu, pipa PDAM yang dipotong agar pipa kami bisa menyeberangi pipa telekomunikasi tersebut.  Akibat pemindahan pipa PDAM tersebut, sedikitnya 200 ribu pelanggan di kawasan Surabaya selatan dan tengah kota tidak bisa menikmati aliran air PDAM secara normal.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan macetnya air milik PDAM Surya Sembada karena dampak pembangunan ruang bawah tanah untuk alun-alun di Jalan Yos Sudarso. "Ini terpaksa (pipa PDAM) harus dipotong. Kalau tidak jaringan Telkom se-Surabaya bisa blackout (mati total)," kata Risma.

Menurut dia, kondisi tersebut di luar perencanaan sehingga membuat distribusi air PDAM kepada sekitar 200 ribu pelanggan di sejumlah wilayah di Kota Surabaya terganggu. "Kalau ada perencanaan itu lebih mudah. Ini karena tidak ada perencanaan, kita tidak bisa," ujarnya.

Saat ditanya soal kompensasi, Risma mengatakan belum menyediakan itu karena kondisi yang terjadi merupakan keadaan darurat yang harus dilakukan oleh PDAM Surabaya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia