Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Waspada Kecelakaan, Dishub Sosialisasi ke Operator Angkutan Sungai

12 September 2019, 16: 40: 25 WIB | editor : Wijayanto

HARUS AMAN: Perahu penyeberangan menuju Pulau Dem Ke ca matan Jabon.

HARUS AMAN: Perahu penyeberangan menuju Pulau Dem Ke ca matan Jabon. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Kecelakaan pada angkutan sungai di Balongbendo beberapa tahun lalu membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo melakukan langkah antisipasi. Dishub melakukan sosia lisasi kepada pemilik angkutan sungai terkait dengan pencegahan kecelakan angkutan sungai di Balai Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Sidoarjo Edy Sutiono menuturkan, kegiatan tersebut sejatinya merupakan pemberian bimbingan teknis kepada pengusaha atau operator angkutan sungai.

Tujuannya agar tak terjadi kecelakan angkutan sungai seperti yang pernah terjadi sebelumnya. “Sifat nya lebih pada pembinaan,” katanya. Sebab, kecelakaan angkutan sungai cukup sering terjadi. Beberapa di antaranya lebih banyak yang terbalik saat melintas di sungai.

Penyebabnya, kata Edy, bermacam-macam. Ada yang kelebihan muatan, ada pula angkutannya yang sudah tak sesuai dengan standar yang berlaku. Sehingga, untuk meminimalisir hal tersebut, pihaknya merasa perlu untuk terus melakukan pembinaan setiap tahun.

Harapannya, mereka tak lagi menggunakan angkutan sungai secara sembarangan. Untuk itu, sosialisasi itu diberikan kepada pemilik dan pelaku penyeberangan sungai. “Kita undang semua, agar mereka lebih paham teknisnya,” ujarnya.

Namun demikian, kemarin Dishub hanya dapat melakukan bimbingan itu kepada 50 orang yang terdiri dari pemilik atau pelaku penyeberangan. Sebanyak 50 peserta bimbingan teknis tersebut mencakup tiga desa yang ada di Kecamatan Balongbendo. Di antaranya, Desa Bogem pinggir, Penambangan dan Jeruklegi.

Dia melanjutkan, masing-masing diwakili 15 orang. Menurut pengamatannya, tiga desa tersebut ada sekitar 9 hingga 10 titik penyeberangan. Setiap tahun, bimbingan serupa juga digelar di lokasi yang berbeda-beda. Seperti di Tlocor, Kecamatan Jabon, Sedati dan Taman. “Mereka kita beri bimtek khusus,” ujarnya.

Bimtek tersebut berkaitan dengan perizinan hingga tanggap darurat saat terjadi kecelakaan. Menurut Edy banyak pengguna angkutan sungai yang sudah tak lagi sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Misalkan perahu yang digunakan belasan orang penumpang. “Padahal kapasitasnya hanya delapan orang misalnya,” pungkasnya. (far/nis)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia