Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Ribuan Barang Ilegal dari Sex Toys sampai Proyektil Dimusnahkan

12 September 2019, 16: 33: 21 WIB | editor : Wijayanto

DIMUSNAHKAN: Kepala Kantor Bea dan Cukai Pabean M.adya Juanda Budi Harjanto membakar barang sitaan

DIMUSNAHKAN: Kepala Kantor Bea dan Cukai Pabean M.adya Juanda Budi Harjanto membakar barang sitaan (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Juanda memusnahkan ribuan barang ilegal sitaan, Rabu (11/9). Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, dipotong hingga dilebur.

Sedikitnya ada 12 jenis barang sitaan yang dimusnahkan secara simbolis di halaman kantor yang berada di Jalan Raya Bandara Juanda, Kecamatan Sedati itu. Di antaranya, 236 airsoft gun, 214 elektronik, 134 spare part kendaraan, 550 sex toy, 182 pak dan 595.480 batang rokok.

Lantas, 49 kayu, 2.465 pakaian dan mainan, 8.252 makanan, minuman dan bahan kimia, 1.288 kosmetik dan obat, 192 colly kertas, 5 rim pita cukai, dan 1 pak proyektil. “Itu barang sitaan tengahan mulai tahun 2018 sampai 2019 ini,” terang Kepala KPPBC TMP Juanda Budi Harjanto.

Budi menjelaskan, teknik pemusnahan barang juga disesuaikan dengan jenis barang masing-masing. Misalnya saja untuk airsoft gun dan senjata tajam akan dipotong menggunakan mesin. Kemudian sex toy dan kosmetik akan dibakar, sedangkan untuk proyektil yang tidak berisi amunisi akan dilebur. “Yang penting sampai menghilangkan fungsinya,” imbuh Budi.

Selain barang ilegal, sejumlah barang yang dimusnahkan itu adalah milik penumpang atau pengirim yang cenderung tidak diambil dalam waktu lama oleh pemiliknya. Karena sesuai dengan peraturan, barang milik pengirim atau penumpang yang tidak diambil dalam kurun waktu tertentu akan menjadi miliki negara.

Oleh karena itu agar tidak disalahgunakan, barang-barang itu dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang ada. “Barang didapat dari cargo, hingga paket pengiriman barang di wilayah Bea Cukai Juanda,” terangnya.

Budi berharap, dengan adanya pemusnahan itu masyarakat juga belajar agar tidak perlu melakukan upaya penyelundupan ataupun memiliki barang-barang ilegal. Pihak Bea Cukai akan terus bekerja maksimal mengawasi transportasi barang khususnya yang melalui pe nerbangan bandara Juanda. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia