Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Ini Sederet Inovasi Polresta Sidoarjo untuk Tingkatkan Layanan Publik

12 September 2019, 16: 06: 54 WIB | editor : Wijayanto

INOVATIF: Salah satu warga sedang Ujian Praktek SIM di Satpas Polresta Sidoarjo yang didukung teknologi Smart Driving Test.

INOVATIF: Salah satu warga sedang Ujian Praktek SIM di Satpas Polresta Sidoarjo yang didukung teknologi Smart Driving Test. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Kualitas pelayanan publik di Polresta Sidoarjo terus ditingkatkan. Sejumlah inovasi terus diluncurkan untuk memanjakan masyarakat yang membutuhkan pelayanan polisi.

Mulai dari pengurusan SKCK Online, layanan SKCK Keliling, e-SIM, Smart Driving Test, layanan di Mal Pelayanan Publik, pengaduan online, layanan hilang online, SP2HP online, e-pemakaman, jenguk nyaman, hingga aplikasi Delta Siap. Tak heran jika sejumlah penghargaan tentang pelayanan publik telah diterima Polresta Sidoarjo.

"Program-program itu sudah berjalan baik. Kami terus berupaya untuk meningkatkannya, agar bisa semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Kamis (12/9).

Sebagai contoh, terobosan yang sudah banyak dirasa manfaatnya adalah e-SIM dan smart driving online. Pengurusan SIM secara online dan penerapan sistem sensor pada uji praktik SIM yang sudah soft launching sejak Desember 2018 itu juga terus dilakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan.

"Beberapa waktu lalu, sensor yang dipakai juga sudah diperbarui dengan sistem yang baru agar lebih aman dan efektif. Demikian halnya ruang pelayanan pengurusan SIM, juga diubah sedemikian rupa untuk memudahkan pemohon saat mengurus," sebut mantan Sekpri Kapolri itu.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar menambahkan, dengan e-SIM maka proses mengurus SIM baru atau perpanjangan bisa lewat aplikasi android. Tak perlu antre, masyarakat cukup membuka aplikasi tersebut, mendownload, dan registrasi di smartphone.

Jika hendak mengurus SIM baru atau perpanjangan, masuk di form pendaftaran lantas mengisi data diri di kolom yang telah tersedia. Setelah mengisi, pengguna akan mendapat kode booking yang dikirim via email.

"Kode booking tersebut dibawa ke Satpas, kemudian dilengkapi dengan foto kopi KTP dan surat keterangan kesehatan. Ditunjukkan ke petugas, kemudian diproses verifikasi, lanjut foto dan tanda tangan," urai mantan Kasi STNK Subdit Regident Polda Jatim itu.

Sedangkan untuk SIM baru, tentu ada proses ujian praktik dan uji tulis. "Dengan e-SIM, poses pengurusan bisa lebih cepat, tidak perlu antre, dan tidak perlu mengisi formulir lagi saat di Satpas," lanjutnya.

Beberapa warga mengaku sudah merasakan manfaat dari beberapa layanan itu. Imam Sadad, misalnya. Warga Buduran ini merasa lebih mudah saat melakukan perpanjangan SIM.

"Daftar lewat online, dan bisa memilih harinya. Sehingga saya bisa menyesuaikan waktu longgar saya agar tidak menganggu aktivitas pekerjaan," ucapnya saat ditemui usai mengurus SIM di Satpas Polresta Sidoarjo, Kamis (12/9).

Hal serupa disampaikan Yoga Alfian, 19. Pemuda yang baru pertama kali memiliki SIM tersebut mengaku tidak kesulitan saat mengurus dan melakoni uji praktik SIM. "Alhamdulillah sekali ujian langsung lulus. Saya mengurus sendiri, ternyata prosesnya juga tidak sulit. Gampang kok," sebut pemuda asal Wonoayu itu. (son/jay)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia