Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Terlilit Utang, Nekat Cekik Bos Kafe Hingga Tewas

12 September 2019, 14: 46: 58 WIB | editor : Wijayanto

MOTIF UANG: Kapolres AKBP Wahyu S Bintoro menunjukkan pelaku beserta barang bukti harta milik korban yang sempat digondol pelaku.

MOTIF UANG: Kapolres AKBP Wahyu S Bintoro menunjukkan pelaku beserta barang bukti harta milik korban yang sempat digondol pelaku. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Niatnya mau menguasai harta korban, namun Shalahuddin Al Ayyubi, 24, malah gelap mata. Warga Perum Banjarsari Asri Gang 6/18 Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme ini malah membunuh dengan mencekik Hadryil Choirun Nisa, 25, sahabatnya sejak kecil hingga tewas.

Tindakan sadis itu dilakukan pelaku di kafe yang dikelola oleh korban, Selasa (10/9) malam. Namun aksi itu berhasil dibongkar oleh polisi dan pelaku dibekuk tak lama setelah pembunuhan itu terjadi. Pelaku tertangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

Kronologis kejadian berawal saat pelaku mendatangi Kafe Penjara milik korban di Jalan Raya Banjarsari sekitar pukul 18.30. Tapi saat itu kondisinya sudah tutup sehingga pelaku menghubungi korban yang sudah pulang ke rumahnya.

Korban yang baru tiba di rumah akhirnya balik ke kafenya sendirian mengendarai motor Honda Vario nopol W 3264 AH. Selanjutnya pelaku berpura-pura meminta tolong korban untuk memasukkan kucingnya ke kandang warna merah yang sudah disiapkan.

Namun tak disangka, beberapa saat kemudian, pelaku bicara kepada korban, “Mbak, sampean jangan teriak ya, aku cuma butuh HP sama uang sampean.” Beberapa detik kemudian, pelaku langsung mencekik leher korban dengan tangan kanan. Sementara tangan kiri membekap mulut korban agak tak berteriak. Namun saking kuatnya cekikan, korban tak hanya tak sadarkan diri tapi bablas meninggal dunia.

“Saat melihat HP dan kalung itu (milik korban, Red), saya jadi ingin memilikinya. Sebab saya punya utang Rp 5 juta,” tutur pelaku kepada Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro dalam gelar perkara pembunuhan.

Mengetahui korban tewas, pelaku lantas meletakkan jenazah warga Desa Sukoanyar, Cerme, itu ke gazebo di depan kafe. Sebelum meninggalkan korban, pelaku mengambil HP, kalung dan cincin milik korban serta menutupi jenazahnya dengan karung plastik bekas pembungkus beras.

Kejadian ini baru terungkap setelah Budi Santoso, 36, warga Desa Cagak Agung, Cerme, mendatangi kafe dan melihat tubuh korban tergeletak di gazebo dalam kondisi mengenaskan. Korban yang biasanya memakai jilbab sudah terlepas penutup kepalanya itu. Selain itu, rok korban sudah melorot hingga mata kaki. “Saksi selanjutnya melapor ke kami ada pembunuhan di Kafe Penjara,” kata Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto.

Setelah melakukan penyelidikan dan olah TKP, polisi mendapatkan keterangan bahwa pelaku adalah Shalahudin Al Ayubi. Rumah pelaku hanya berjarak sekitar 2 km dari TKP di Kafe Penjara. “Pelaku kami tangkap di rumahnya. Pelaku saat itu sedang mandi,” kata AKP Iwan yang juga mantan kasatreskrim Polsek Gresik.

Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, sebelum menjalankan aksinya, pelaku menghubungi korban untuk mampir ke kafe. Karena sudah kenal baik, apalagi pelaku pernah bekerja di kafenya, korban langsung meluncur menemui tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan, dan pasal 265 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. “Ancaman hukumannya antara 20 tahun hingga penjara seumur hidup,” tutup kapolres. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia