Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ketagihan Nyabu, Driver Ojol Pakai Uang Hasil Kerja Beli SS

11 September 2019, 16: 45: 48 WIB | editor : Wijayanto

KHILAF: Tersangka M Heri Satyo Budi alias Jojo dan barang bukti yang diamankan polisi.

KHILAF: Tersangka M Heri Satyo Budi alias Jojo dan barang bukti yang diamankan polisi. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Banyak orang bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Namun, M Heri Satyo Budi, 28, alias Jojo justru malah menggunakan hasil kerja kerasnya sebagai driver ojek online (ojol) untuk membeli sabu-sabu (SS). 

Akibatnya, pria yang tinggal di Jalan Wonocolo Gang II, Buntu, Surabaya ditangkap anggota reskrim Polsek Wonocolo. "Tersangka diringkus di kamarnya usai membeli sabu," ujar Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Iptu Philips R Lopung.

Philips menjelaskan, pelaku dibekuk Sabtu dinihari (7/9). Dia saat itu baru saja pulang transaksi SS. Begitu tiba di rumahnya, pelaku disergap polisi yang memakai baju preman.

Setelah dilakukan penggeledahan, sepoket SS ditemukan dari dalam saku baju sebelah kiri yang dikenakan tersangka. Ditemukan barang bukti SS, tersangka tak bisa berkelit.

Ia pasrah dan mengakui kepemilikan SS yang rencanannya hendak diisap sendiri. Untuk keperluan proses hukum, tersangka digelandang ke Mapolsek Wonocolo. "Dia membeli di Faizal (buron,Red) di kawasan Gubeng dengan harga Rp 200 ribu," tegasnya. 

Sementara tersangka M Heri Satyo Budi mengaku mengonsumsi SS sudah setahun belakangan ini. Uang yang digunakan merupakan hasil bekerja sebagai driver ojek online. "Buat doping saat bekerja" ucapnya disinggung alasan memakai SS  di depan penyidik.

Heri mengaku pertama kali memakai serbuk haram itu diajak temannya. Dari penangkapan tersangka, polisi menyita barang bukti sepoket SS dengan berat 0, 38 gram.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun kurungan penjara. (rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia