Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Pendaftaran Pilwali Gratis, Baru Tiga Balon Daftar ke PDIP

11 September 2019, 16: 39: 25 WIB | editor : Wijayanto

DAFTAR: Whisnu Sakti Buana ketika mendaftar di DPC PDIP Surabaya sebagai balon wali kota Surabaya.

DAFTAR: Whisnu Sakti Buana ketika mendaftar di DPC PDIP Surabaya sebagai balon wali kota Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Sebagai partai pemenang Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, PDI Perjuangan berhak mengajukan calon sendiri dalam Pemilihan Wali Kota (Pilawali) Surabaya 2020. Saat ini proses penjaringan bakal calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali) Surabaya terus dilakukan.

Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, pendaftaran bakal cawali dan cawawali di PDIP sendiri akan ditutup pada 14 September 2019.

Hingga kemarin sudah ada tiga orang yang mendaftar menjadi bakal calon (balon) wali kota maupun wakil wali kota Surabaya melalui partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Yakni Eddy Tarmidzi (Wakil Ketua DPD PDIP Jatim), Whisnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya), dan Armuji (anggota DPRD Jatim).

Menurut dia, penjaringan bakal cawali/cawawali pengganti Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana itu dilakukan sesuai dengan Peraturan PDIP Nomor 24 Tahun 2017 tentang Penjaringan Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah. "Semua yang mendaftar akan kami layani. Tanpa ada transaksi uang. Pendaftaran gratis," kata Adi Sutarwijono.

Selain Eddy Tarmidzi, Whisnu Sakti Buana, dan Armuji, nama lain yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat cawali adalah Eri Cahyadi. Nama ketua Bappeko Surabaya ini selalu masuk dalam radar lembaga-lembaga survei sebagai tokoh yang layak menjadi wali kota Surabaya setelah kepemimpinan dua periode Risma berakhir tahun depan.

Mengaca pada Pilwali 2015 lalu, Risma juga tidak mengikuti penjaringan bakal cawali melalui DPC PDIP Surabaya. Begitu juga penjaringan yang digelar DPD PDIP Jatim juga tak diikuti Risma. Waktu itu Risma langsung mendaftar ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP dan mendapat rekomendasi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Awi, sapaan akrab Adi Sutarwijono, mengatakan, setiap tokoh yang ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah boleh mendaftar di jenjang kepengurusan PDIP tingkat mana pun. Sesuai Peraturan PDIP Nomor 24 Tahun 2017, pendaftaran kandidat pilkada bisa dilakukan lewat DPC kabupaten/kota, DPD provinsi, dan DPP. "Siapa yang direkomendasi, semua bergantung DPP," ujar Awi.

Akankah Eri Cahyadi juga akan mengikuti jejak Risma yang mendaftar langsung ke DPP PDIP? Atau, mendaftar lewat partai lain dan jalur independen?

Saat dikonfirmasi wartawan, Eri Cahyadi enggan menanggapi terkait namanya yang digadang-gadang akan mengikuti bursa cawali. Eri hanya menjawab enteng. "Apa ini Mas?" ucapnya lalu tertawa kecil. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia