Kamis, 12 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Polisi Amankan Produsen Snack Ilegal Beromzet Rp 1,5 M Per Bulan

11 September 2019, 00: 08: 29 WIB | editor : Wijayanto

ILEGAL: Petugas menunjukkan barang bukti makanan ringan tanpa ijin yang diamankan di Jalan Zamhuri, Surabaya, Selasa (10/9).

ILEGAL: Petugas menunjukkan barang bukti makanan ringan tanpa ijin yang diamankan di Jalan Zamhuri, Surabaya, Selasa (10/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tim Unit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Satreskrim Polrestabes Surabaya menggerebek sebuah rumah produksi makanan ringan di Jalan Zamhuri, Rungkut Tengah, Gununganyar, Surabaya, Selasa (10/9). Polisi menggerebek tempat usaha tersebut lantaran mengedarkan makanan ringan tanpa izin edar.

Aksi penggerebekan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan selama sebulan lebih. Berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan peredaran makanan ringan yang tak jelas izin edarnya. Kemudian, polisi menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

“Rupanya, sumbernya berasal dari rumah produksi itu,” ungkap Kanitpidek Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Teguh Setiawan, kemarin.

SETAHUN BEROPERASI: Petugas menunjukkan barang bukti makanan ringan tanpa ijin yang diamankan di Jalan Zamhuri, Surabaya, Selasa (10/9).

SETAHUN BEROPERASI: Petugas menunjukkan barang bukti makanan ringan tanpa ijin yang diamankan di Jalan Zamhuri, Surabaya, Selasa (10/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Teguh mengatakan, dari hasil penyelidikan di pabrik rumahan itu terungkap ada beberapa jenis makanan ringan yang diproduksi. Namun, dari sembilan jenis makanan yang dibuat, lima di antaranya belum memiliki izin edar. Di antaranya, Rajakong, GO!Cheng,Gopek, Idola, dan Belang.

Menurut Teguh, makanan ringan ilegal itu sudah beredar selama setahun terakhir.  Tak hanya di Surabaya, wilayah edarnya juga di Sidoarjo, Gresik, dan Lamongan. Dengan wilayah edar itu, tak heran jika perusahaan ini untung sekitar Rp 1,5 miliar per bulannya.

Menurutnya, kini proses pengurusan izin edar itu telah berjalanan, itu pun setelah polisi menindaklanjuti dan melakukan penggerebekan. “Baru-baru ini saja didaftarkan. Tetapi, sampai saat ini izin edarnya belum turun,” tandas mantan Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo ini.

Teguh mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik, yakni Adrian Hartanto. Sejauh ini, yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka, melainkan masih terlapor.

“Saksi-saksi lain juga sudah kami periksa untuk mendalami kasus ini. Selain itu, penetapan tersangka harus menunggu hasil pemeriksaan makanan di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Hal itu dilakukan untuk memastikan kandungan yang ada di makanan ringan itu,” tuturnya.

Menurut Teguh, setelah menggerebek tempat usaha itu, pihaknya akan menutup sementara operasional perusahaan dalam batas waktu yang tak ditentukan.  “Itu kepentingan penyelidikan,” pungkasnya. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia