Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemprov Jawa Timur Buka 5.903 Lowongan Kerja

11 September 2019, 09: 21: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TINJAU BURSA KERJA: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (tengah) didampingi Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo (empat dari kiri depan), m

TINJAU BURSA KERJA: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (tengah) didampingi Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo (empat dari kiri depan), mengunjungu salah satu stan bursa kerja East Java Talent and Career Exhibition dengan 5.903 lowongan kerja (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur membuka bursa kerja East Java Talent and Career Exhibition dengan 5.903 lowongan kerja untuk millenial, di JX Internasional, Selasa (10/9).

"Target RPJMD, kita memang ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi berseiring penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT), yang hari ini, terbanyak lulusan SMK di Jatim," kata Khofifah.

Untuk mengurangi TPT ini, salah satu yang diandalkan gubernur  adalah Program Millenial Job Center (MJC) dan SMK Pengampu. Melalui MJC, Pemprov ingin memberikan pelatihan bagi millenial di era gig economy ini.

SMK Pengampu adalah program pendukung SMK lain yang tidak punya laboratoirum, bengkel, atau studio animasi dan laboratorium. Kata Khofifah, 55 persen SMK di Jatim belum punya fasilitas itu.

"Juli tahun ini SMK pengampu sudah mulai dicicil. Masing-masing SMK pengampu, nanti, akan mengampu lima  sampai enam  SMK dengan jurusan yang serumpun," kata Khofifah di JX Internasional.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Himawan Estu Bagijo mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jatim saat ini sebesar 3,83 persen, sekitar 800 ribuan pencari kerja.

"Target kami, setahun bisa 120 ribu pencari kerja terserap. Kami beri peluang transmigrasi juga. Lalu ada MJC. Saya kira MJC ini akan menyerap lebih banyak karena pesertanya bisa alih profesi," katanya.

Dia mengatakan, bila semua program baik bursa kerja maupun pelatihan kerja yang digelar Pemprov mencapai target yang diharapkan, TPT Jatim di akhir 2019 tertekan 2 persen menjadi 3,81 persen.

"Mudah-mudahan tidak ada PHK. Problemnya memang PHK. Karena industri tertentu mengalami tantangan. Misalnya rokok kretek dan alas kaki, sekarang lebih kecil pangsa pasarnya dan ini berpeluang mengurangi tenaga kerja," kata Himawan.

Pada helatan East Java Talent and Career Exhibition yang digelar dua hari ini, Pemprov Jatim juga memamerkan sejumlah fasilitas dan layanan bagi pencari kerja dan para milenials di Jawa Timur.

"Kami pamerkan 'Alutsista' yang ada. Baik program Simphoni, Simpadu-PMI, MTU, kami tampilkan semua supaya tahu kami tidak cuma punya BLK tapi juga layanan lain untuk mendekati pada pencari kerja," ujarnya.

Dia jelaskan, Pemprov memiliki 16 Balai Latihan Kerja (BLK) yang sudah bisa melayani hampir semua kabupaten/kota di Jawa Timur. Setiap BLK itu memiliki Mobile Training Unit (MTU).

Mobile Training Unit (MTU) di setiap BLK itu memiliki program pelatihan seperti permesinan juga kerajinan tangan bagi masyarakat. Namun, kata Himawan, kapasitas peserta pelatihan ini memang masih terbatas.

"Kapasitasnya terbatas hanya 16 orang. Karena sifatnya pelatihan, jadi terbatas. Kalau 40 orang, jadinya rapat. Supaya transfer of knowledge-nya dapat, dan train of skillnya masuk," ujarnya.

Hanya saja, kata Himawan, ada beberapa MTU yang fasilitasnya menurutnya sudah ketinggalan. Himawan mengatakan, dia berharap Gubernur Jatim bisa membantu membelikan fasilitas yang baru.(gin/rak)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia