Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Features

3 Hari Air PDAM Berhenti, ACT Salurkan Air Bersih ke Masjid Al Falah

10 September 2019, 17: 20: 39 WIB | editor : Wijayanto

Bantuan air bersih dari ACT untuk warga terdampak matinya air PDAM.

Bantuan air bersih dari ACT untuk warga terdampak matinya air PDAM. (ISTIMEWA/ACT)

Share this      

Surabaya – Proyek pembangunan Alun-alun Surabaya menyebabkan PDAM Surya Sembada harus memindahkan pipa penyalur air bersih. Hal ini berdampak langsung ke masyarakat Surabaya di daerah Darmo, Panglima Sudirman, Yos Sudarso, Walikota Mustajab, Undaan, Pasar Atom, Pegirian Wonosari, Wonokusumo dan sekitarnya.

Pergeseran pipa yang seharusnya selesai pengerjaannya pada Sabtu, 7 September 2019, sesuai informasi dari humas PDAM Surya Sembada mengalami kemoloran jadwal. Sehingga semakin lama masyarakat di daerah terdampak untuk mendapatkan pasokan air bersih.

Salah satu lokasi terdampak adalah Masjid Al Falah Surabaya. Sudah tiga hari Masjid Al Falah mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan ibadah. Pengurus masjid terpaksa menggunakan air galon untuk kebutuhan wudhu dan kamar mandi.

M. Soleh, Kabag Kebersihan Masjid Al Falah yang ditemui saat distribusi air bersih dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jatim menyatakan, sudah tiga hari pihaknya mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan ibadah.

Mobil tanki berisi air bersih bantuan ACT Jatim untuk Masjid Al Falah.

Mobil tanki berisi air bersih bantuan ACT Jatim untuk Masjid Al Falah. (ISTIMEWA/ACT)

Sebagaimana diketahui Masjid Al Falah adalah salah satu tempat ibadah rujukan bagi warga Surabaya dan sekitarnya. Sehingga kebutuhan air bersih sangat banyak. Untuk satu tangki mobil air bersih sebanyak 6000 liter hanya cukup untuk dipakai jamaah salat zuhur dan ashar. “Itu pun ada sebagian jamaah terpaksa wudhu dengan air galon dan bahkan sebagian ada yang tayamum. Dengan distribusi air bersih dari ACT, saya mengucapkan banyak terimakasih,” tuturnya.

ACT Jawa Timur berencana akan mendistribusikan 10 tangki air bersih ke wilayah Surabaya yang terdampak pemindahan pipa PDAM. Selain di Masjid Al Falah, penyaluran air bersih juga dilakukan ke daerah Dinoyo, Sawahan Baru, Kusuma Bangsa, dan Darmokali.

Bu Nunung, warga Peneleh Gang IV yang juga jama’ah Masjid Al Falah menuturkan jika kondisi yang dialami di daerahnya membuat dia terpaksa mandi hanya dengan tiga gayung air untuk menghemat air.

Selain itu, beberapa warga sekitar Masjid Al Falah juga langsung menghampiri para relawan Aksi Cepat Tanggap yang bertugas. Mereka berharap bantuan air bersih dapat didistribusikan di daerahnya yang mengalami kelangkaan air bersih. Sehingga banyak aktivitas warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengalami kendala.

Jamaah sempat menggunakan air bersih dari galon untuk kebutuhan wudhu.

Jamaah sempat menggunakan air bersih dari galon untuk kebutuhan wudhu. (ISTIMEWA/ACT)

Dipo Hadi, Kepala Program ACT Jawa Timur menyatakan, ACT Jawa Timur bekerja cepat dalam mengatasi problem masyarakat terkait kebutuhan air bersih. Selain untuk kekeringan juga untuk mengatasi kondisi darurat seperti krisis air bersih yang sekarang dialami akibat proyek yang ada di Surabaya.

“Dalam tiga hari terdampak kekurangan air bersih saja di Surabaya dampaknya sangat luar biasa. Bisa dibayangkan bagaimana dengan saudara kita yang mengalami kekeringan dengan jangka waktu yang panjang seperti yang dialami beberapa daerah di Jawa Timur. Inilah arti penting air yang merupakan sumber kehidupan,” tambah Dipo Hadi.

Dipo Hadi juga terus mengajak para dermawan Jawa Timur untuk turun tangan membantu saudara-saudara se-JawaTimur yang mengalami kekeringan melalui bit.ly/DermawanJatimAtasiKekeringan. (aa/act/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia